rilis-bumn

Jelaskan Peran TPA, AdMedika Dorong Kolaborasi Strategis Rumah Sakit dan Asuransi Swasta untuk Perkuat Keberlanjutan Layanan Kesehatan

Selasa, 14 Oktober 2025 | 11:30 WIB
Direktur Utama Admedika Dian Prambini saat memberikan paparan pada acara Seminar Nasional PERSI XXI, Seminar Patient Safety XIX, dan Hospital Expo XXXVII di ICE BSD, Tangerang pada (26/9). (Dok. AdMedika)

Kabar BUMN - Tekanan finansial yang dihadapi rumah sakit di era digital, khususnya dalam implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menuntut adanya strategi kolaboratif yang mampu menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus meningkatkan mutu pelayanan.

Menjawab tantangan tersebut, PT Administrasi Medika (AdMedika) — anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang bergerak di bidang digital health Third Party Administrator (TPA) — terus menghadirkan inovasi strategis untuk memperkuat ekosistem kesehatan nasional.

Isu tersebut menjadi sorotan utama dalam Seminar Nasional PERSI XXI, Seminar Patient Safety XIX, dan Hospital Expo XXXVII yang digelar di ICE BSD, Tangerang, pada 26 September 2025.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Tata Kelola Bisnis dengan Penerapan Standardisasi Global

Dalam sesi Symposium 3: Strategi Pemberdayaan Asuransi Swasta dalam Pelayanan Kesehatan, Direktur Utama AdMedika, Dian Prambini, menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan antara rumah sakit dan asuransi swasta melalui peran TPA sebagai solusi strategis di tengah tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks.

Pada kesempatan itu, Dian menekankan bahwa TPA berperan penting sebagai penghubung strategis antara rumah sakit dan asuransi.

“Melalui TPA, alur kerja sama RS–asuransi menjadi lebih terintegrasi, mulai dari validasi klaim, efisiensi administrasi, pengelolaan paket layanan, hingga monitoring klaim secara real-time,” jelasnya.

Baca Juga: Cuma Transaksi di EDC BRI, Kamu Bisa Dapat Motor dan Emas 5 Gram!

Ia menambahkan bahwa TPA juga mendukung optimalisasi clinical pathway dan koordinasi manfaat (coordination of benefits/COB) dengan BPJS Kesehatan.

Hal ini, menurutnya, dapat mempercepat proses pembayaran, meningkatkan kepuasan pasien, serta memperkuat arus kas rumah sakit.

Dian juga menyoroti tantangan yang dihadapi banyak rumah sakit, seperti penurunan pendapatan layanan dan kompleksitas administrasi yang dapat menghambat arus kas.

Baca Juga: Pesona Curug Juneng Banyumas: Hidden Gem Sejuk di Lereng Gunung Slamet

“Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat berpengaruh pada keberlangsungan pelayanan.

"Rumah sakit perlu membangun diversifikasi pendapatan dengan mengoptimalkan kolaborasi bersama asuransi swasta melalui TPA, yang dapat memberi ruang lebih luas dalam mendukung kesinambungan layanan,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini