Sementara itu, pembangunan RSUD Reda Bolo di Sumba Barat juga menunjukkan hasil menggembirakan.
Baca Juga: PT LEN Telecom Buka Lowongan Magang Dua Posisi, Siap Asah Skill dan Bangun Karier Sejak Dini
Capaian pembangunan mencapai 44,86 persen dengan target penyelesaian pada Desember 2025.
Proyek dengan masa pelaksanaan 335 hari kerja ini meliputi pembangunan struktur utama, arsitektur, utilitas, serta penataan kawasan rumah sakit.
RSUD Reda Bolo akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas layanan kesehatan seperti unit gawat darurat, ruang rawat inap, poliklinik, laboratorium, hingga area hijau yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Musim Aurora Borealis Tiba: Inilah Waktu dan Lokasi Terbaik untuk Menyaksikan Cahaya Langit Utara
Pembangunan RSUD Borong dan RSUD Reda Bolo menjadi bukti bahwa Brantas Abipraya tidak hanya berfokus pada proyek infrastruktur besar seperti bendungan, jalan, dan gedung, tetapi juga turut berperan aktif dalam pembangunan fasilitas sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Brantas Abipraya membangun fasilitas rumah sakit ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pemerataan layanan kesehatan, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Dengan hadirnya dua rumah sakit tersebut, masyarakat di Nusa Tenggara Timur diharapkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau dan berkualitas tanpa harus menempuh jarak jauh.
“Pembangunan fasilitas rumah sakit ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga bentuk nyata dukungan Abipraya terhadap pemerataan layanan dasar dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Dengan menghadirkan infrastruktur kesehatan di wilayah yang jauh dari pusat kota, kami turut membantu meningkatkan daya saing daerah dan mewujudkan Indonesia yang tangguh serta berkeadilan sosial,” tutup Dian Sovana.***