"Dengan seleksi yang komprehensif, Pertamina memastikan bahwa UMKM binaan Pertamina yang tampil di TEI adalah pelaku usaha yang telah siap bersaing di pasar global, baik dari produk maupun syarat legalitas dan sertifikasi yang diwajibkan untuk menembus pasar luar negeri," jelas Fadjar.
Baca Juga: Tutup Tahun dengan Hoki! MyPertamina Tebar Hadiah 2025 Masuki Gelombang Terakhir
Tak hanya melalui kurasi, Pertamina juga memberikan pembinaan intensif lewat program coaching clinic.
Pendampingan ini mencakup pelatihan tentang pengemasan merek (branding), desain kemasan (packaging), dan storytelling produk yang diselenggarakan melalui program UMK Academy, program pengembangan yang dirancang khusus bagi UMKM binaan Pertamina.
Selain itu, Pertamina bekerja sama dengan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Ekspor Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan untuk memberikan pelatihan ekspor pada Maret dan September 2025.
Baca Juga: Gili Kedis, Si Mini Eksotis yang Tawarkan Sensasi Pulau Pribadi di Lombok
Bekal ini menjadi modal utama UMKM ketika menghadapi pertemuan dagang dengan calon mitra, seperti distributor, supplier, pembeli, maupun investor potensial.
Pelatihan tersebut juga memperlengkapi peserta dengan pemahaman dasar mengenai regulasi perdagangan internasional, standar kualitas produk global, penghitungan harga ekspor, hingga strategi menembus pasar luar negeri.
Menurut Fadjar, strategi komprehensif ini tidak hanya memperkuat posisi UMKM binaan sebagai eksportir potensial, tetapi juga membuka peluang penjualan retail dan promosi merek di pasar domestik dan global.
Baca Juga: Lowongan Bank BTN 2025: Peluang Karier di Lini Bisnis Syariah
"Pendekatan dua arah, ekspor dan retail, menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan bisnis UMKM agar berdaya saing tinggi dan berkelanjutan," ujar Fadjar.
Inisiatif ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran poin ke-3, yakni “meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.”
***