5. Stabilisasi Harga Pangan Lewat Gerakan Pangan Murah (GPM)
Dalam kurun waktu 2024–2025 (hingga September), Yosdian menyebutkan, ID FOOD telah berpartisipasi aktif dalam 400 titik pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang tersebar di 31 provinsi.
Baca Juga: BTN Buka Lowongan Kerja untuk Profesional Berpengalaman, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!
Ia menegaskan, program ini bertujuan untuk memastikan akses pangan terjangkau bagi masyarakat sekaligus menekan potensi inflasi pangan di tingkat daerah.
6. Tingkatkan Produksi Garam, Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri
Melalui lini bisnis garam, ID FOOD juga terus meningkatkan produksi garam guna menjaga pasokan dalam negeri.
Baca Juga: Situs Megalitikum Paling Tua dan Terkenal di Dunia
Yosdian memaparkan, sepanjang periode 2024–2025 (hingga September), produksi garam ID FOOD mencapai 51 ribu ton, terdiri atas 29 ribu ton pada 2024 dan 22 ribu ton hingga September 2025.
“Capaian ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketersediaan bahan baku industri dan konsumsi garam nasional,” ucapnya.
Melalui program strategis tersebut, ID FOOD siap mendukung upaya mewujudkan swasembada dan kedaulatan pangan nasional.
Yosdian menyampaikan, ke depannya program-program tersebut akan terus ditingkatkan agar bisa lebih berdampak bagi masyarakat serta petani.
“Komitmen kami mendukung sektor pangan dari hulu hingga hilir. Diharapkan melalui inovasi dan berkolaborasi bersama petani, pelaku usaha, dan pemerintah daerah kita sama-sama dapat memastikan pangan Indonesia berdaulat, berkelanjutan, dan menyejahterakan,” ujarnya.***