Kabar BUMN – Di tengah hamparan sawah hijau di Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, sekelompok peserta pelatihan berseragam coverall berdiri rapi, mendengarkan instruksi dari para instruktur dengan seksama.
Mereka bukan pekerja lapangan migas, melainkan peserta pelatihan di Indonesia Drilling Training Center (IDTC), pusat pelatihan pengeboran yang dimiliki PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling).
Dari tempat inilah lahir para tenaga ahli profesional yang siap berkontribusi bagi industri energi nasional dan global.
Baca Juga: Cek Jadwal & Harga Tiket Immersive Lawang Sewu, Cara Seru Menyelami Sejarah Semarang
Sejak awal pendiriannya, IDTC hadir untuk mencetak tenaga pengeboran yang menguasai teori sekaligus andal dalam praktik lapangan.
Di industri migas, presisi dan keselamatan menjadi dua aspek utama yang selalu ditekankan dalam setiap pelatihan.
“Melalui IDTC, kami ingin memastikan bahwa industri pengeboran di Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten, berstandar internasional, dan siap bersaing di kancah global,” ujar Chair Rony, Manager IDTC Pertamina Drilling.
Baca Juga: UMKM Lokal Meriahkan Ajang Wondr by BNI Indonesia Masters 2025 di Medan
Komitmen ini menjadi bagian dari visi besar Pertamina Drilling sebagai anak perusahaan Subholding Upstream Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui operasi pengeboran yang efisien dan berkelanjutan.
Salah satu keunggulan IDTC terletak pada fasilitas pelatihannya yang lengkap dan realistis. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi di ruang kelas, tetapi juga praktik langsung menggunakan RIG pengeboran asli, bukan replika.
Dengan pendampingan instruktur berpengalaman, mereka mempelajari pengoperasian drawworks, rotary table, mud pump, hingga blowout preventer sesuai standar internasional.
Baca Juga: Pelita Air Ajak Kreator Jajal Premium Class Perdana ke Singapura, Ini Syaratnya!
Tak hanya itu, tersedia juga simulator pengeboran digital, laboratorium fluida pengeboran, workshop mekanik dan elektrik, serta fasilitas pelatihan HSE (Health, Safety, and Environment).
“Di sini peserta kami latih bukan hanya agar mahir secara teknis, tapi juga memiliki budaya keselamatan kerja yang kuat, sesuatu yang menjadi DNA Pertamina Drilling,” jelas Chair Rony.