Kabar BUMN - PT Pertamina (Persero) terus mempercepat langkah dalam mendukung transisi energi nasional dengan berbagai inovasi di bidang biofuel dan energi terbarukan.
Di tengah dinamika global yang terus berubah, Pertamina mengimplementasikan Strategi Pertumbuhan Ganda (Dual Growth Strategy) sebagai peta jalan transformasinya.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono dalam Panel Discussion on Renewable Energy, Biofuels, Critical Minerals, and Energy Security yang menjadi bagian dari acara Indonesia–Brazil Business Forum di Jakarta, Kamis (23/10).
Baca Juga: Mengenal Asal Usul Halloween yang Diperingati Tiap 31 Oktober
Agung menjelaskan bahwa Dual Growth Strategy Pertamina sejalan dengan strategi Double Track milik Petrobras, perusahaan minyak dan gas nasional asal Brasil.
“Kedua strategi ini menekankan bahwa pengembangan bisnis low carbon harus berjalan beriringan dengan penguatan bisnis legacy atau bisnis inti yang sudah ada,” ujarnya.
Ia menambahkan, strategi tersebut mencakup dua arah utama.
Baca Juga: PT Timah Tbk Aktif Dukung Pelestarian Tradisi di Bangka Barat
Pertama, penguatan bisnis eksisting Pertamina di industri fosil yang meliputi sektor hulu, pengolahan kilang, distribusi, hingga penjualan BBM, LPG, dan energi lainnya.
Kedua, pengembangan energi hijau rendah karbon melalui optimalisasi energi terbarukan seperti bahan bakar nabati (BBN), bioetanol, dan Sustainable Aviation Fuel (SAF).
“Biofuel merupakan salah satu program transisi energi terbesar di dunia.
Baca Juga: 4 Langkah Agar Bisa Tidur Lelap di Tenda Saat Kamping
"Melalui dukungan Pemerintah, Pertamina telah mengembangkan biodiesel mulai dari program B2 (2% kandungan BBN), B5 (5% kandungan BBN), hingga kini mencapai B40 (40% kandungan BBN).
"Program ini berhasil menghemat devisa lebih dari 40 miliar dolar AS sejak tahun 2020, sekaligus membuka banyak lapangan kerja dan memberikan manfaat besar bagi lingkungan,” jelas Agung.