"Otomatis kita gak perlu lagi ambil es dari bawah itu,” tuturnya.
Dampak positif juga dirasakan dunia pendidikan.
Baca Juga: Cegah Sengketa, TJSL Pindad dan BPN Malang Sosialisasikan Pentingnya Legalitas Tanah
Kepala SDN Hingan Tokung, Baco, mengaku sekolah yang dulu gelap kini terasa lebih hidup dan semangat belajar anak-anak meningkat pesat.
“Dengan adanya listrik, kami bangga, rasanya berbahagia sekali, anak-anak sekolah pun senang.
"Mudah-mudahan dengan adanya listrik ini, kami juga akan dapat sinyal internet, biar SD kami bisa mandiri,” ucapnya sambil tersenyum.
Baca Juga: Tinjau Progres Peledakan, Dirops Dahana Dorong Kinerja di PLTA Upper Cisokan
Bagi Baco, listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi pintu menuju masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak di desanya.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa upaya elektrifikasi hingga ke pelosok merupakan bagian dari misi strategis PLN untuk membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Sebagai badan usaha milik negara yang diamanahi menyediakan energi listrik, PLN memastikan setiap rupiah penugasan negara akan menjadi cahaya dan kesejahteraan bagi rakyat.
Baca Juga: BSI Gandeng GGGI Kembangkan Ekosistem Keuangan Syariah Ramah Lingkungan
"Elektrifikasi sampai ke pelosok negeri adalah tonggak strategis dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Darmawan.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menambahkan bahwa Program Lisdes ini diharapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.
“Semoga listrik ini menjadi penggerak usaha, menunjang pendidikan, dan mendukung aktivitas harian masyarakat.
Baca Juga: Twibbon & Semangat Pemuda: Cara Digital Merayakan Hari Sumpah Pemuda 2025