"Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan dan keselamatan seluruh pekerja,” ujar Mas Rakhmatsyah di sela kegiatan.
Baca Juga: Pulau Peninsula Bergemuruh, 18 Ribu Orang Ramaikan The Nusa Dua Festival 2025
Ia menambahkan bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada penindakan.
Tes urin acak ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pekerja bahwa integritas dan keselamatan merupakan pondasi utama dalam menjalankan tugas di industri pengeboran minyak, gas, dan panas bumi yang memiliki risiko tinggi.
“Kami berkomitmen untuk membangun lingkungan kerja yang sehat, aman, dan berintegritas tinggi guna menunjang visi Pertamina Drilling menjadi perusahaan jasa pengeboran dan energi kelas dunia.
Baca Juga: Di Balik Kemegahan Prambanan, Ada Spot Foto Unik yang Siap Bikin Feed Kamu Makin Estetik
"Dengan dukungan dari klinik Pertamedika, kami memastikan pemeriksaan ini dilakukan secara profesional, rahasia, dan sesuai standar medis,” tambahnya.
Program ini menjadi bagian dari implementasi HSSEQ Excellence, nilai utama yang dipegang teguh oleh Pertamina Drilling.
Sebagai perusahaan jasa pengeboran yang telah berkiprah lebih dari 17 tahun, Pertamina Drilling terus berupaya menjaga kinerja operasional yang selamat dan berkelanjutan.
Baca Juga: PLN Nusantara Power Borong Enam Penghargaan Subroto 2025
Salah satu upayanya adalah pencegahan penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif di lingkungan kerja.
Selain tes urin, perusahaan juga secara rutin menyelenggarakan sosialisasi bahaya narkoba serta penyuluhan kesehatan mental bekerja sama dengan instansi kesehatan dan aparat berwenang.
“Keselamatan kerja dimulai dari kesadaran diri.
Baca Juga: Hari Listrik Nasional ke-80 Jadi Momentum Pertamina Perluas Desa Energi Berdikari
"Dengan tubuh dan pikiran yang bersih, produktivitas akan meningkat dan budaya kerja positif akan terus terjaga,” tutup Mas Rakhmatsyah.