Lebih lanjut, Arifin menekankan bahwa eksplorasi di WK Melati yang dijadwalkan pada tahun 2026 akan menjadi langkah strategis dalam pengembangan industri hulu migas nasional, khususnya di kawasan Sulawesi Tenggara.
Baca Juga: Tempat Wisata di Wang Nam Khiao, Daerah Pengunungan Seindah Swiss di Thailand
“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan berhasil menemukan cadangan migas baru yang tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Selain melakukan pertemuan dengan stakeholder, rombongan dari Regional 4 dan SKK Migas juga meninjau langsung wilayah Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Site visit ini dilakukan untuk memantau proses survei geologi dan pengambilan sampel batuan sebagai bagian dari tahap awal eksplorasi di WK Melati.
Kegiatan peninjauan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan teknis dan memperkuat optimisme terhadap potensi migas di kawasan tersebut.
Inisiatif ini juga menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung keberlanjutan energi nasional yang berkelanjutan dan aman. ***