Ia memaparkan berbagai program unggulan Pertamina Drilling, seperti IDESS (Integrated Drilling Engineering & Supervisory Services) yang berhasil menekan biaya pengeboran hingga 13%, serta ERRA (Extended Reach Reservoir Access), teknologi yang meningkatkan produksi tanpa memerlukan rig baru.
Selain itu, Pertamina Drilling juga mengembangkan ICESS (Integrated CCS/CCUS Engineering & Supervisory Services) yang mendukung proyek penangkapan dan penyimpanan karbon di Indonesia.
Baca Juga: Wisata Kebun Kopi, dalam Sehari Menjadi Petani, Buyer, Roaster, Sampai Penikmat Kopi
Inovasi lain seperti AI-SEE-U dan iGOS Systems memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memantau keselamatan kerja dan emisi gas secara real-time.
Melalui Green Drilling Initiatives, perusahaan ini juga menerapkan teknologi ramah lingkungan seperti Dynamic Gas Blending dan Battery Energy Storage System untuk menekan emisi operasional.
“Inovasi adalah cara kami menjembatani efisiensi dan keberlanjutan.
Baca Juga: PHE OSES Perkuat Ekonomi Pesisir dan Konservasi Laut di Lampung Timur
"Kami tidak hanya mengejar teknologi, tapi juga menciptakan solusi lokal yang berdampak global,” papar Avep.
Membangun SDM Unggul Lewat IDTC Indramayu
Tidak hanya berfokus pada teknologi, Avep juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia.
Baca Juga: Grand Hotel De Djokja: Kelahiran Kembali Ikon Legendaris Yogyakarta
Dengan filosofi “Nurture from Within”, Pertamina Drilling terus mencetak generasi muda berkompetensi tinggi di bidang pengeboran dan energi.
Melalui program Drilling Well Engineering Trainee (DWET), para peserta dididik dan dilatih di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) Pertamina Drilling di Indramayu, yang kini berkembang menjadi pusat pelatihan bertaraf internasional.
Fasilitas ini bahkan telah melayani pelatihan di Tanzania, Namibia, dan Timor Leste.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! PENTAS Borobudur: Ngangeni Bakal Ramaikan Borobudur Akhir Oktober Ini