Kabar BUMN – PT Pertamina (Persero) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkolaborasi melakukan penanaman pohon produktif di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang berlangsung di wilayah hulu daerah aliran sungai (DAS) Bekasi ini bertujuan mengurangi risiko bencana di kawasan perbukitan yang rawan longsor akibat minimnya vegetasi.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan pohon produktif seperti durian, alpukat, rambutan, dan petai ditanam di lahan seluas 100 hektar.
Baca Juga: Tips Terbang Nyaman dengan Maskapai Budget atau Low Cost Carrier
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa kegiatan ini berfokus di Desa Pabuaran yang menjadi bagian penting dari hulu DAS Bekasi dengan tiga aliran utama, yakni Sungai Cilensi, Hambalang, dan Bekasi.
“Daerah ini rawan banjir karena hulu DAS ini sempat gundul. Dengan menanam pohon di wilayah kawasan konservasi, program ini membantu mengurangi risiko banjir dan longsor saat curah hujan tinggi. Pohon-pohon ini juga akan menyerap air dan menstabilkan tanah,” ujar Menteri Hanif.
Ia juga menekankan bahwa aksi kecil seperti menanam pohon memiliki dampak besar bagi masa depan.
Baca Juga: Yuk Gabung! Magang Reporter di Bisnis Indonesia, Buka hingga Akhir November 2025
“Satu pohon yang tumbuh besar bisa memberi oksigen untuk dua orang. Karena itu, mari terus menanam dan menjaga lingkungan, dimulai dari hulu sungai seperti di sini,” jelas Menteri Hanif.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Diaz Hendropriyono menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari program keseimbangan karbon (carbon offset) yang dilakukan menjelang Konferensi Iklim Dunia (COP30) di Belém, Brazil.
Pertamina mendukung komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060.
“Satu pohon yang ditanam ini akan memiliki peran ganda: menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida (CO₂). Semakin banyak yang menanam, semakin besar pula kontribusi kita dalam mengurangi emisi."
"Dengan cara ini, kita seperti ‘menghapus dosa karbon’ agar bumi tetap sehat dan layak dihuni,” ujarnya.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.