rilis-bumn

PGN Catat Kinerja Solid di Triwulan III 2025, Perkuat Fundamental Bisnis dan Dorong Efisiensi Berkelanjutan

Minggu, 2 November 2025 | 18:00 WIB
PGN berhasil menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika dan tantangan industri energi sepanjang Triwulan III 2025. (Dok. PGN)

Kabar BUMN - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas Pertamina, terus memperkokoh fundamental bisnis sekaligus menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika dan tantangan industri energi sepanjang Triwulan III 2025.

Komitmen tersebut tercermin dalam Laporan Konsolidasian Perseroan yang menunjukkan peningkatan kinerja di sebagian besar segmen operasional serta penerapan strategi mitigasi risiko secara menyeluruh.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa perusahaan berupaya menjaga keberlanjutan pasokan energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG, disertai koordinasi intensif dengan Pemerintah serta para pemangku kepentingan strategis.

Baca Juga: Pertamina EP Papua Field Gelar Doa Bersama Jelang Pengeboran Sumur Pengembangan Salawati

“Menjaga keandalan pasokan gas bumi bagi pelanggan merupakan prioritas utama PGN.

"Kami menerapkan pengelolaan volume secara adaptif serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan pasokan tambahan dan keberlanjutan layanan energi bagi seluruh pelanggan,” ujar Fajriyah (31/10/2025).

Fajriyah menambahkan, PGN juga menerapkan efisiensi biaya dan disiplin pengelolaan keuangan sebagai langkah mitigasi risiko sekaligus penguatan struktur modal.

Baca Juga: BULOG Luncurkan Kemasan Baru Befood Setra Ramos Lewat Kampanye “Befood Rice Up Your Day”

“Kami menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio bisnis, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas.

"Strategi ini penting untuk memperkuat resiliensi korporasi dalam menghadapi dinamika industri dan bisnis ke depan,” jelasnya.

Hingga 30 September 2025, PGN membukukan pendapatan sebesar USD 2,9 miliar, meningkat sekitar 3,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Quietcation, Tren Wisata Terbaru Jelang Akhir 2025 dengan Konsep Mencari Ketenangan

Laba operasi tercatat USD 383,1 juta, EBITDA sebesar USD 728,7 juta, dan laba bersih mencapai USD 237,9 juta.

Adapun realisasi belanja modal (CAPEX) mencapai USD 173,9 juta, yang dialokasikan secara terukur untuk proyek-proyek strategis guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Halaman:

Tags

Terkini