Hasilnya, PLN Electric Run 2025 resmi tercatat sebagai event lari pertama di Indonesia yang mencapai status net zero emissions.
Baca Juga: Lebih dari 2.500 Anak Muda Riau Jadi Penggerak Transformasi di PTPN IV Regional III
"Dalam penyelenggaraan PLN Electric Run 2025 ini tidak ada emisi gas rumah kaca, secara end to end termasuk gensetnya menggunakan genset berbasis hidrogen, ada PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).
"Artinya kita betul-betul menekan emisi gas rumah kaca," ucap Darmawan.
Selain menekan emisi, PLN juga mengonversi hasil pengurangan emisi menjadi manfaat sosial.
Baca Juga: BSI Buka Lowongan Kerja Jalur ODP, Tersedia Posisi untuk Lulusan S1 hingga S2 Berbagai Jurusan
Nilai kompensasi karbon tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan alat penggiling padi bertenaga listrik bagi kelompok tani di berbagai daerah di Indonesia.
Bantuan disalurkan melalui Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) sebagai langkah konkret mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
"Dengan begitu, energi bersih tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat," ujar Darmawan.
Baca Juga: Tampak Biasa dari Bawah, Tapi Lihat Pemandangan dari Puncak Gunung Pegat!
Tahun ini, jumlah peserta mencatat lonjakan signifikan menjadi 7.500 pelari, naik dari 5.000 peserta pada 2023 dan 6.000 peserta di 2024.
Di sisi lain, capaian pengurangan emisi juga meningkat dari 14,3 ton CO₂ pada tahun lalu menjadi 21,8 ton CO₂ di 2025.
“Antusiasme yang terus meningkat setiap tahun menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin sadar pentingnya energi bersih dan gaya hidup ramah lingkungan.
Baca Juga: Damainya Malam di Pantai Labuana, Tempat Camping Favorit Pecinta Alam
"PLN ingin terus menjadi bagian dari gerakan positif ini.