rilis-bumn

Grand Hotel De Djokja Resmi Reborn: Simbol Heritage Yogyakarta Hadir dengan Wajah Baru yang Lebih Megah

Rabu, 5 November 2025 | 17:30 WIB
Transformasi Grand Inna Malioboro menjadi Grand Hotel De Djokja hadirkan hotel heritage bintang lima dengan kemewahan modern dan nilai sejarah Yogyakarta. (Dok. PT Hotel Indonesia)

Kabar BUMN – Di pusat kawasan Malioboro, Yogyakarta, sebuah tonggak sejarah baru akan segera hadir.

Grand Inna Malioboro kini berubah nama menjadi Grand Hotel De Djokja, hotel berbintang lima yang membawa konsep Heritage Legacy, Timeless Luxury.

Perubahan ini bukan sekadar pergantian identitas, tetapi merupakan strategi besar untuk menghidupkan kembali nilai budaya dan karakter historis yang selama ini melekat pada kota Yogyakarta, baik untuk panggung nasional maupun internasional.

Baca Juga: Masuk Tahun Kelima, BRI Kembali Hadirkan Pengusaha Muda BRILiaN untuk wujudkan UKM naik kelas

Jejak panjang hotel ini dimulai pada tahun 1911, saat dibangun oleh arsitek dari Belanda sebagai salah satu hotel paling mewah, menjadi pilihan para tokoh penting, bangsawan, dan pejabat dari berbagai negara.

Seiring perjalanan waktu, hotel ini mengalami beberapa perubahan nama seperti Hotel Asahi (1942), Hotel Merdeka (1948), Hotel Garuda (1950), Natour Garuda (1975), Inna Garuda (2001), dan Grand Inna Malioboro (2017).

Setelah lebih dari satu abad, nama Grand Hotel De Djokja kembali dihadirkan sebagai penghormatan kepada akar sejarah dan nilai budaya Yogyakarta.

Baca Juga: Krakatau Steel Tegaskan Mutu Baja Nasional: Infrastruktur Aman, Tolak Baja Tidak Standar

Transformasi ini dikembangkan di bawah InJourney Hospitality atau PT Hotel Indonesia Natour, bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, holding BUMN sektor pariwisata dan aviasi yang memiliki fokus pada pelestarian aset budaya sebagai destinasi unggulan nasional maupun internasional.

“Transformasi Grand Hotel De Djokja, bukan sekedar merevitalisasi sebuah hotel bintang lima, tetapi juga membangkitkan kembali nilai sejarah Yogyakarta yang dapat dinikmati oleh generasi masa kini dan mendatang."

"Heritage Legacy, Timeless Luxury bukan sekedar visi, namun juga misi kami kepada tamu dan masyarakat,” ujar Andreas Kahl, General Manager Grand Hotel De Djokja.

Baca Juga: Museum Bustanil Arifin: Pintu Masuk untuk Mengenal Budaya Minangkabau Lebih Dekat

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat menyampaikan “Revitalisasi Grand Hotel De Djokja adalah bagian dari komitmen kami dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan melestarikan warisan budaya seiring dengan pengembangan ekonomi kreatif dan industri perhotelan modern."

"Sebagai salah satu hotel pertama dan paling bersejarah di Yogyakarta, Grand Hotel De Djokja telah menjadi saksi milestone sejarah dan ikon arsitektur kolonial yang memadukan keanggunan gaya Eropa dengan estetika budaya Jawa.”

Halaman:

Tags

Terkini