Sistem drainase di KEK Mandalika sendiri dirancang dengan pola terbuka yang terhubung ke beberapa catchment area (daerah tangkapan air) dan jalur pembuangan akhir di bagian selatan kawasan.
Baca Juga: Brantas Abipraya Dorong Ketahanan Air Lewat Pembangunan Bendungan Cabean di Blora
Desain ini memungkinkan air hujan mengalir efisien menuju titik pembuangan, sekaligus berfungsi sebagai sistem pengendalian limpasan permukaan.
Untuk menjaga kinerjanya, ITDC secara rutin melakukan pemeliharaan dan pembersihan saluran agar kapasitas tampung air tetap stabil serta mencegah sedimentasi yang dapat menghambat aliran.
Pembersihan drainase ini merupakan bagian dari program Environmental Management ITDC yang dijalankan secara berkesinambungan.
Baca Juga: Ragam Menu Sarapan Negara-negara Asia Tenggara, Didominasi Nasi dengan Sedikit Pengaruh Barat
Program tersebut meliputi inisiatif penghijauan kawasan, pengelolaan sampah terintegrasi, hingga pengendalian erosi di sekitar area pariwisata.
Upaya ini sejalan dengan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa wilayah Nusa Tenggara Barat telah memasuki awal musim hujan pada akhir Oktober hingga awal November 2025, dengan intensitas curah hujan kategori menengah di wilayah selatan Pulau Lombok.
Melalui berbagai langkah pengelolaan lingkungan tersebut, ITDC berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya mendukung pengelolaan air bersih dan sanitasi berkelanjutan (SDGs 6), pembangunan kawasan tangguh terhadap perubahan iklim (SDGs 11), serta aksi mitigasi terhadap dampak lingkungan (SDGs 13).
Baca Juga: Dukung Pendidikan Berbasis Lokal, PT TIMAH Sumbang Buku Tambang ke Sekolah
Pendekatan ini menegaskan posisi ITDC sebagai sustainable tourism developer yang konsisten mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam setiap kebijakan operasional kawasan.
“Melalui upaya ini, ITDC berkomitmen menjaga agar KEK Mandalika tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi juga contoh kawasan pariwisata berkelanjutan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah operasional di kawasan ini selalu selaras dengan prinsip keberlanjutan ekosistem di sekitarnya,” tutup Agus.***