Kabar BUMN - Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan peningkatan layanan berkelanjutan, PT TASPEN (Persero) resmi meluncurkan Survei Tingkat Kepuasan Peserta atas Layanan Mitra Bayar Tahun 2025.
Inisiatif ini menjadi langkah proaktif TASPEN untuk mengajak seluruh peserta, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif maupun pensiunan, memberikan masukan langsung demi mewujudkan layanan yang lebih andal dan berorientasi pada kebutuhan peserta.
Survei ini dilaksanakan secara nasional pada 1–12 November 2025, dengan berbagai metode pengisian yang disediakan untuk menjangkau seluruh lapisan peserta.
Baca Juga: TASPEN Salurkan Bantuan untuk Anak Korban Konflik di Aceh sebagai Bentuk Komitmen pada Perdamaian
Mulai dari pengisian daring melalui Google Form, hingga wawancara tatap muka dan melalui telepon, khususnya bagi peserta yang berada di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Corporate Secretary TASPEN, Henra, menjelaskan bahwa pelaksanaan survei ini merupakan bagian dari komitmen TASPEN untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Pelaksanaan survei ini merupakan bagian dari langkah TASPEN dalam mewujudkan kesejahteraan peserta melalui peningkatan kualitas layanan kepada para peserta.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata Hits di Sulawesi Selatan yang Tidak Boleh Dilewatkan
"Kami berharap para peserta dapat berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan survei dengan memberikan jawaban melalui pengalaman nyata peserta dengan mitra bayar TASPEN sehingga hal ini dapat menjadi salah satu dasar atau panduan dalam pengembangan layanan mitra bayar di masa depan,” ujarnya.
Henra menambahkan, survei ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kualitas pelayanan Mitra Bayar TASPEN telah memenuhi harapan peserta.
Dengan hasil survei tersebut, TASPEN berharap dapat menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan aman, serta semakin sesuai dengan kebutuhan peserta.
Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Kenalkan Dunia Hulu Migas ke Mahasiswa Lewat Upstream Force
Demi menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan, TASPEN juga mengimbau seluruh peserta di Indonesia untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan dalam berbagai modus, termasuk yang mengatasnamakan survei.
TASPEN menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta pembaruan data pribadi peserta dalam kegiatan survei ini.