Metode ini memberikan area penyerapan yang lebih luas dibandingkan teknik konvensional, sehingga dapat secara signifikan meningkatkan laju produksi fluida atau gas dari formasi target.
Baca Juga: Pertamina Sabet Dua Penghargaan Internasional di Ajang AMEC Awards 2025
Selain di sektor minyak dan gas, teknologi ini juga berpotensi diterapkan pada bidang panas bumi (geothermal), Carbon Capture Storage (CCS), hingga pertambangan.
Hingga kini, teknologi ERRA telah berhasil diimplementasikan pada 155 sumur di berbagai negara, mencakup 56 lapisan batuan pasir (sandstone) dan 99 lapisan batuan karbonat (carbonate).
Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan — produksi dapat naik hingga lima kali lipat pada batuan karbonat dan sepuluh kali lipat pada batuan pasir.
Baca Juga: Hidup Sehat dengan Diet Tepung, Simak Panduan Lengkap Serta Manfaatnya Bagi Tubuh
Negara-negara seperti UAE, Arab Saudi, Oman, Mesir, Rusia, dan beberapa wilayah lain telah merasakan manfaat dari penerapan teknologi ini.
Kerja sama ini juga menjadi bagian penting dari program pengembangan teknologi dan inovasi yang dijalankan Pertamina Drilling, khususnya dalam memperkuat unit bisnis Directional Drilling.
Penandatanganan MoU dengan PGI Technologies disebut sebagai langkah strategis awal untuk penerapan teknologi Extended Reach Reservoir Access (ERRA) di Indonesia — sebuah momentum penting yang diharapkan menjadi tonggak transformasi industri pemboran nasional.
Baca Juga: Ikuti Program Magang BTN, Simak Kualifikasi dan Cara Daftarnya
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa kerja sama ini mencerminkan keseriusan perusahaan dalam memperkuat kolaborasi global dan mempercepat alih teknologi.
“Melalui kerja sama ini, Pertamina Drilling berharap dapat memperkuat jejaring global serta mempercepat transfer teknologi untuk mendukung kemandirian energi nasional.
"Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan Pertamina Drilling dalam mengintegrasikan inovasi global dengan kapasitas nasional, serta memperkuat posisi Indonesia di peta industri energi dunia,” ujar Avep.
Dengan terjalinnya kemitraan strategis bersama PGI Technologies, Pertamina Drilling menegaskan perannya sebagai motor inovasi energi nasional, sekaligus membuka babak baru bagi penerapan teknologi pemboran canggih di Indonesia — menuju industri migas yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global.***