"Aspek lingkungan menjadi perhatian utama dalam setiap aktivitas dan kinerja yang berkelanjutan.
"Kami memastikan operasi industri dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan demi mewariskan alam yang lestari bagi generasi mendatang,” jelas Eviyanti.
Sinergi Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Baca Juga: AdMedika Resmikan VIP Lounge di RSUP Kemenkes Surabaya
Untuk memperkuat upaya konservasi, PHR menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan dunia usaha.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut dilakukan bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dalam program konservasi Gajah Sumatra yang berstatus endangered.
Bersama masyarakat di Duri, PHR mengembangkan sistem agroforestri dan menanam tanaman pakan gajah untuk menjamin ketersediaan sumber makanan alami.
Baca Juga: Hari Pahlawan, Dirut Pertamina Ajak Perwira Teladani Semangat Pahlawan: Layani Negeri dengan Hati
Selain itu, PHR juga menanam tanaman ekonomis yang tidak disukai gajah guna meminimalkan potensi konflik antara satwa dan warga.
Upaya konservasi lainnya meliputi perlindungan Lutung Kokah, primata endemik Sumatra yang menjadi simbol penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati di wilayah operasional perusahaan.
Melalui seluruh langkah ini, Pertamina Hulu Rokan tidak hanya berperan sebagai pelaku industri energi, tetapi juga sebagai penjaga keberlanjutan alam Indonesia, memastikan keseimbangan antara produktivitas, kelestarian, dan kehidupan yang harmonis antara manusia dan alam.***