Pada kesempatan yang sama, Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia Capt. Nurcahyo Utomo menekankan bahwa prioritas utama AirNav dalam penyelenggaraan angkutan udara adalah menjaga standar keselamatan.
Baca Juga: Inilah Penampakan Monumen Reog Ponorogo, Ikon Baru Wisata Budaya di Jawa Timur
“Setiap perubahan operasional tetap melalui safety risk assessment. Kecepatan boleh meningkat, tapi keselamatan tidak bisa dikompromikan,” tegas Capt. Nurcahyo.
Ia menjelaskan, AirNav memperkuat pengawasan terhadap berbagai potensi risiko, seperti cuaca ekstrem, abu vulkanik, balon udara, layang-layang liar, hingga satwa liar di sekitar bandara.
Di sisi lain, aspek keamanan siber juga menjadi perhatian utama dengan pengoperasian Security Operation Center (SOC) dan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) selama 24 jam setiap hari. Keduanya aktif berbagi informasi ancaman bersama Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).
Baca Juga: Badak LNG Tanam 4.000 Bibit Mangrove untuk Perkuat Ekosistem Pesisir
“AirNav Indonesia memastikan seluruh layanan navigasi di 302 unit pelayanan dari Sabang hingga Merauke berada dalam kondisi siaga penuh untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat. Intinya, ruang udara dijaga, sistem dijaga, dan manusia di dalamnya juga dijaga,” pungkasnya. ***