rilis-bumn

Pertamina Dorong Transisi Energi Hijau Lewat Perdagangan Karbon di Ajang COP30 Brasil

Kamis, 13 November 2025 | 18:45 WIB
Di ajang Konferensi Perubahan Iklim Dunia COP30, Brasil, Pertamina catat transaksi kredit karbon dari PLTP dan PLTBg sebanyak 37 ribu ton CO2e. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN - PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong dekarbonisasi bisnis serta pengembangan produk rendah karbon.

Langkah ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif perusahaan di ajang Konferensi Perubahan Iklim Dunia COP30 yang berlangsung di Belem, Brasil.

Dalam kegiatan bertajuk Seller Meet Buyer, Pertamina mengambil peran strategis sebagai pelaku utama dalam perdagangan karbon di tingkat global.

Baca Juga: Curug Arjuna, Keindahan Alam Tersembunyi di Garut yang Memesona

“Kehadiran Pertamina untuk memanfaatkan peluang di COP30 terutama di Paviliun Indonesia salah satunya seller meet buyer yang merupakan platform pertemuan penjual dan pembeli kredit karbon,” ujar Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, di sela-sela pelaksanaan KTT COP30 di Belem, Brasil, Selasa (12/11).

Dalam forum internasional tersebut, Pertamina mencatat capaian signifikan dengan melakukan penjualan kredit karbon sebanyak 37 ribu ton CO₂e kepada dua institusi perbankan nasional, yakni Bank Mandiri dan CIMB Niaga.

Kredit karbon itu berasal dari dua proyek energi terbarukan unggulan, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei di Sumatra Utara dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Sulawesi Utara.

Baca Juga: Ciptakan Lingkungan Kerja Bahagia, PLN Diganjar Sertifikasi Great Place to Work 2025

Transaksi ini menambah total penjualan kumulatif Pertamina setelah sebelumnya berhasil menjual 846 ribu ton CO₂e, senilai sekitar 3 juta dolar AS sejak September 2023.

Agung menjelaskan bahwa Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menangkap peluang di pasar karbon, termasuk penerapan internal carbon pricing.

Mekanisme ini membantu pengambilan keputusan investasi dengan mempertimbangkan nilai ekonomi karbon, sekaligus mendorong efisiensi energi dan pengembangan bisnis rendah karbon.

Baca Juga: Pahlawan Muda Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa: Penjaga Masa Depan Bangsa

“Pertamina punya banyak proyek geothermal.

"Dari proyek-proyek geothermal tersebut, proyek-proyek energi baru terbarukan lainnya seperti PLTBg, maupun yang berbasis nature based solution seperti penghijauan kembali itu bisa menghasilkan karbon kredit,” imbuh Agung.

Halaman:

Tags

Terkini