rilis-bumn

Pertamina Dorong Transisi Energi Hijau Lewat Perdagangan Karbon di Ajang COP30 Brasil

Kamis, 13 November 2025 | 18:45 WIB
Di ajang Konferensi Perubahan Iklim Dunia COP30, Brasil, Pertamina catat transaksi kredit karbon dari PLTP dan PLTBg sebanyak 37 ribu ton CO2e. (Dok. Pertamina)

Pertamina juga tengah mengimplementasikan mekanisme Measurement Registration Verification (MRV) guna memastikan seluruh proyek energi terbarukan yang dijalankan valid dan diakui di pasar domestik maupun global.

Baca Juga: Bangun Usaha dari Tanah Sendiri, Bank Mandiri Dampingi Purna PMI Lewat Program Bapak Asuh

“Proyek-proyek itu bukan hanya green tetapi juga gold, karena itu kita perlukan untuk bangun Indonesia lebih bersih, lebih hijau, lebih maju dan lebih kaya,” tegas Agung.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa komitmen Pertamina dalam perdagangan karbon sudah dibuktikan sejak peluncuran perdana sistem tersebut di Indonesia.

Pada 26 September 2023, Pertamina mencatat sejarah sebagai penjual kredit karbon pertama di Indonesia melalui IDXCarbon, hasil kolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca Juga: Hangat dan Estetik, Piknik Nusantara di TMII Bawa Nuansa Betawi Klasik ke Tengah Kota

Hingga kini, total penjualan kredit karbon Pertamina telah mencapai 864 ribu ton CO₂e.

Pada tahun 2025, Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) juga menghasilkan 249 ribu ton CO₂e dari proyek-proyek energi terbarukan, dengan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta BEI.

“Pertamina melalui subholding Pertamina NRE menghasilkan kredit karbon dari proyek panas bumi dan limbah cair dari pabrik pengolahan kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) untuk memenuhi permintaan pasar.

Baca Juga: Telkom Akses Raih Dua Sertifikasi Internasional, Tegaskan Komitmen terhadap Tata Kelola dan Keamanan Informasi

"Dengan dukungan Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, Pertamina akan memimpin dekarbonisasi dan memperluas ekosistem perdagangan karbon di Indonesia,” pungkas Baron.

Dengan langkah konkret ini, Pertamina bukan hanya memperkuat posisinya di pasar energi global, tetapi juga berperan aktif dalam mewujudkan transisi energi bersih dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Indonesia mencapai net zero emission (NZE) pada 2060.***

Halaman:

Tags

Terkini