Kabar BUMN — Kabupaten Karawang masih dihadapkan pada tantangan besar dalam penanganan sampah.
Terbatasnya fasilitas tempat pemrosesan akhir dan belum optimalnya sistem pengelolaan membuat kebutuhan akan solusi yang terarah serta berkesinambungan menjadi semakin mendesak.
Peran investasi dan kolaborasi antar sektor pun diperlukan demi menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan sehat.
Baca Juga: Destinasi Christmas Market Terbaik di Eropa, Hadirkan Pengalaman Libur Nataru yang Tak Terlupakan
Menanggapi situasi tersebut, PERURI kembali menegaskan kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan melalui program PERURI Asri bertema “Aksi Sustainable untuk Resiliensi Indonesia.”
Program ini mengusung pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan kelompok ibu rumah tangga di Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, yang dipusatkan di Rumah BUMN Karawang pada Minggu (9/11).
Dalam penyampaiannya, Yahdi Lil Ihsan selaku POH Strategic Corporate Branding & TJSL PERURI menyebut bahwa PERURI Asri dirancang untuk menguatkan kesadaran pengelolaan sampah dari rumah serta mendorong pembiasaan perilaku ramah lingkungan berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Baca Juga: Telkomsel Tebar Puluhan Hadiah Undi-Undi Hepi di Bulan November 2025, Ada Smartphone hingga Mobil
“Langkah kecil seperti mengolah sampah organik menjadi produk bernilai dapat menjadi titik awal bagi Desa Telukjambe untuk mewujudkan lingkungan yang lebih asri melalui semangat gotong royong,” ujarnya.
Sekretaris Desa Telukjambe, Muhammad Tajudin Nur, menuturkan apresiasinya terhadap upaya PERURI yang dinilai sejalan dengan kebutuhan warga.
“Kami berterima kasih kepada PERURI atas program lingkungan ini. Semoga program ini membawa dampak baik dan membantu masyarakat mengubah pola hidup dalam mengelola sampah,” tuturnya.
Baca Juga: 3 Tempat Makan yang Direkomendasikaan di Bangsar, Kuala Lumpur, Pesona Kuliner di Pinggiran Kota
Melalui kegiatan edukatif yang bersifat partisipatif, warga Telukjambe mendapatkan pemahaman mengenai literasi lingkungan sekaligus keterampilan dalam mengelola sampah organik maupun anorganik secara mandiri.
Peserta mempelajari teknik pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan ulang sampah agar dapat menghasilkan produk baru yang memiliki nilai ekonomi.
Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan tetapi juga membuka peluang pendapatan tambahan dari kegiatan daur ulang.