Kabar BUMN - Dalam industri pengeboran migas, perubahan kecil pada proses bisa berdampak besar terhadap keselamatan maupun biaya.
Karena itu, lahirnya inovasi yang mampu mengurangi risiko dan meningkatkan akurasi menjadi sangat penting.
Dari kebutuhan inilah, SubGyro muncul sebagai perangkat yang memberi cara baru untuk menjaga presisi sekaligus keselamatan di rig pengeboran.
Baca Juga: Operasional PTBG Sei Rokan Dimulai, PTPN IV Regional III Melesatkan Pemanfaatan EBT Sawit
SubGyro Hadir dari Tantangan Nyata di Lapangan
Proses raising dan lowering substructure merupakan salah satu tahap paling kritis dalam pengoperasian rig pengeboran.
Kesalahan kecil pada proses pengukuran manual bisa memicu kerusakan peralatan bernilai tinggi dan membahayakan pekerja.
Baca Juga: Update Tarif DAMRI dari Pelabuhan Ajibata ke Kualanamu, Silangit, dan Kabanjahe
Tantangan lapangan inilah yang kemudian mendorong tim inovator Pertamina Drilling untuk menciptakan SubGyro sebagai solusi berbasis teknologi sensor.
“SubGyro menjadi alat ukur digital yang mampu membaca tingkat kemiringan (levelling) substructure secara real-time dan presisi, tanpa perlu personel berada langsung di area berbahaya,” ujar Dedy Ricjhon Simatupang, salah satu anggota tim.
Didesain Aman, Presisi, dan Bisa Dioperasikan dari Jarak Jauh
Baca Juga: PT TIMAH Tbk Bantu Peralatan Tangkap, Nelayan KUB Karya Bersatu Kian Produktif
SubGyro mengusung teknologi gyroscope dengan konektivitas nirkabel sehingga pengukuran bisa dilakukan dari gadget pada jarak aman.
Cara ini membuat proses pengangkatan maupun penurunan struktur rig menjadi lebih cepat, akurat, dan minim risiko bagi pekerja yang biasanya berada di line of fire area.
Teknologi ini tidak hanya meminimalkan potensi insiden, tetapi juga mempercepat operasi rig.
Baca Juga: Traveling di Palembang ala Warlok: Tiga Lokasi Seru untuk Disambangi