rilis-bumn

Admedika Optimalkan Medical Advisory Board untuk Perkuat Tata Kelola Medis

Senin, 17 November 2025 | 21:30 WIB
Dalam sesi diskusi khusus bertajuk The Strategic Imperative of the Medical Advisory Board (MAB), Admedika menegaskan komitmennya dalam mendukung tata kelola medis yang lebih kuat. (DOK. AdMedika)

Kabar BUMN - PT Administrasi Medika (AdMedika), bagian dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), hadir dalam rangkaian Chief Operation Officer (COO) Summit 2025 yang berlangsung di Mason Pine Hotel, Bandung, Jumat (7/11/2025).

Dalam sesi diskusi khusus bertajuk The Strategic Imperative of the Medical Advisory Board (MAB), Admedika menegaskan komitmennya dalam mendukung tata kelola medis yang lebih kuat di industri asuransi kesehatan melalui penguatan fungsi MAB.

Sesi ini menghadirkan narasumber seorang ahli ethico-medicolegal yang juga menjadi Ethico-Medico-Legal Advisor MAB AdMedika Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, SH, MSi, Sp.FM(K).

Baca Juga: Telkom Raih Dua Penghargaan dari Komdigi di Ajang Anugerah Media Humas 2025

Dalam paparan tersebut, Prof. Agus menjelaskan bahwa keberadaan MAB berperan penting dalam memastikan keputusan medis dalam layanan asuransi dilakukan secara objektif, berbasis bukti ilmiah, serta selaras dengan etika dan keselamatan pasien.

Penguatan MAB juga menjadi langkah strategis untuk mendukung implementasi SEOJK No. 7/2025, pengaturan ini mewajibkan perusahaan asuransi kesehatan memiliki Dewan Penasihat Medis dalam rangka meningkatkan kualitas telaah utilisasi, evaluasi klaim, dan kebijakan medis internal.

Kebijakan ini diharapkan dapat menghasilkan layanan asuransi yang lebih transparan, adil, dan akuntabel bagi peserta.

Baca Juga: Bank Mandiri Dorong Petani Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Cegah Gagal Panen Melalui Program Pembinaan di Kebumen

Sebagai TPA yang telah bermitra dengan berbagai perusahaan asuransi di Indonesia, AdMedika mengembangkan MAB-as-a-Service, yakni model layanan dukungan tata kelola medis yang dapat digunakan oleh perusahaan asuransi rekanan.

Melalui model ini, perusahaan asuransi yang belum memiliki struktur internal MAB tetap dapat memenuhi kewajiban regulasi sekaligus memperoleh dukungan klinis dalam pengelolaan keputusan medis dan klaim.

“Keberadaan MAB bukan sekadar untuk memenuhi ketentuan, tetapi untuk memastikan setiap layanan kesehatan yang diterima peserta asuransi benar-benar tepat, sesuai kebutuhan, dan dilakukan dengan standar medis yang bertanggung jawab,” ujar Prof. Agus.

Baca Juga: Resmi Dimulai, Komodo Waterfront Festival 2025 Dibuka dengan Aksi Kolosal Bentang Kain Songke Manggarai

AdMedika akan terus memperkuat struktur, kompetensi, serta kerangka kerja MAB dengan melibatkan dokter-dokter spesialis dan ahli medicolegal, sehingga manfaat tata kelola medis dapat dirasakan secara langsung oleh perusahaan asuransi mitra, tenaga kesehatan, fasilitas layanan kesehatan, hingga peserta asuransi.***

Tags

Terkini