Baca Juga: Rawon Khas Jawa Timur, Ternyata Beragam, Tidak Selalu Menggunakan Daging Sapi dan Berkuah Banyak
Selain itu, PHE telah menyelesaikan 28.507 kegiatan well intervention & services, 969 well workover, serta 661 sumur pengembangan. Angka tersebut menjadi indikator penting keberhasilan operasional.
Hermansyah menegaskan bahwa teknologi bukan satu-satunya penentu keberhasilan dalam mengelola lapangan mature. Peran sumber daya manusia tetap menjadi faktor utama.
“Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada kompetensi personel di lapangan. Kami terus mengembangkan kapabilitas pekerja, baik senior maupun generasi baru, agar adaptif, inovatif, dan mampu merespons tantangan industri,” jelasnya.
Baca Juga: Perluas Jangkauan Treasury, Bank Mandiri Mantapkan Peran dalam Akselerasi Ekonomi Nasional
Pembinaan tenaga kerja menjadi pilar penting dalam menjaga kontinuitas operasional.
Seiring dengan transformasi organisasi, PHE juga memperkuat budaya learning organization melalui berbagai inisiatif berbagi pengetahuan dan pembelajaran lintas unit.
Pendekatan ini memastikan bahwa setiap tantangan operasional dapat diolah menjadi peluang untuk meningkatkan efisiensi dan mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di lapangan.
Baca Juga: PHR Perkuat Keandalan Operasi, MSU-003 Resmi Hadir sebagai ‘Power Bank’ Raksasa Zona Rokan
Selain itu, perusahaan terus menegakkan budaya keselamatan kerja, efisiensi operasional, serta peningkatan integritas aset di seluruh wilayah operasi.
Langkah-langkah tersebut memastikan PHE dapat terus memberikan kontribusi optimal terhadap produksi energi nasional sambil mendukung upaya transisi energi yang lebih berkelanjutan.
“Melalui sinergi teknologi, inovasi, dan SDM unggul, Pertamina Hulu Energi akan terus menjadi motor penggerak ketahanan energi Indonesia,” tegasnya. ***