Kabar BUMN - PERURI dan Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar agenda bertajuk “Penyelarasan Program Kerja PERURI terhadap Rencana Strategis BPS” di Kantor PERURI Jakarta.
Pertemuan ini menjadi fondasi awal untuk memperkuat sinergi kedua lembaga dalam mendorong percepatan data-driven economy melalui penguatan infrastruktur data nasional yang semakin aman, presisi, dan mampu menjawab kebutuhan transformasi digital.
Melalui pertemuan ini, arah kolaborasi jangka panjang turut dibahas demi menciptakan tata kelola data yang lebih tangguh dan relevan bagi pembangunan nasional.
Baca Juga: Tips Aman Road Trip Bersama Si Kecil di Jalur Tol
Diskusi antara dua institusi tersebut memetakan potensi kerja sama yang mencakup integritas statistik, kesiapan infrastruktur digital, dan penguatan ekosistem big data.
Komitmen bersama diarahkan untuk menghasilkan tata kelola data yang andal sehingga mampu memperkuat langkah pemerintah dalam mencapai transformasi digital yang inklusif.
Direktur Utama PERURI, Dwina Septiani Wijaya, menekankan pentingnya kerja bersama antar lembaga untuk memperkuat pondasi data nasional.
“Kami memandang BPS sebagai mitra kunci dalam memastikan kebijakan pemerintah berbasis data yang valid dan terintegrasi."
"Melalui pertemuan ini, kami berharap langkah dan program kerja PERURI semakin selaras dengan rencana strategis BPS dalam memperkuat pilar kedaulatan data dan transformasi digital nasional,” ujarnya.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa kegiatan statistik kini menjadi landasan utama untuk mengukur indikator pembangunan nasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045.
Baca Juga: Edu Wisata Lontar Sewu, Tempat Santai Bernuansa Pedesaan yang Cocok untuk Keluarga
BPS memiliki mandat untuk mengoordinasikan 10 indikator sasaran visi Indonesia Emas 2045 dan 45 indikator pembangunan utama, melibatkan 539 satuan kerja serta beragam kegiatan statistik tahunan seperti Susenas, Sakernas, SNLIK, hingga persiapan Sensus Ekonomi 2026.