Kabar BUMN – Dalam upaya memperkuat praktik bisnis berkelanjutan, PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan langkah konkret dalam menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati Indonesia.
Komitmen ini menjadi bagian penting dari fokus keberlanjutan perusahaan untuk memastikan manfaat lingkungan tetap terjaga sekaligus meminimalkan dampak negatif terhadap masyarakat.
Saat menghadiri Konferensi Internasional Perubahan Iklim PBB (COP30) di Belém, Brasil, Senior Vice President HSSE PT Pertamina (Persero), Wenny Ipmawan, menyampaikan kebijakan serta implementasi nyata Pertamina dalam membantu Pemerintah menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati.
Baca Juga: Dahana Sabet Penghargaan Bergengsi di HKN ke-61 Tingkat Provinsi Jawa Barat
“Pertamina terus mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dengan mengintegrasikan aspek tersebut dalam kegiatan Perusahaan, untuk mencapai dampak positif,” ujar Wenny.
Berbagai program telah digerakkan untuk merealisasikan komitmen tersebut.
Di antaranya pelestarian flora dan fauna di berbagai wilayah Nusantara, program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai, kegiatan penanaman mangrove, hingga pengembangan Hutan Sosial.
Baca Juga: Kumpulan Ucapan Hari Suci Galungan yang Penuh Makna dan Menyentuh Hati
Pertamina Group juga turut menjalankan beragam program konservasi yang berfokus pada satwa dan tanaman endemik Indonesia.
Contohnya pelestarian Gajah Sumatra di Pekanbaru, perlindungan Orangutan, Beruang Madu, dan Anggrek Hitam di Kalimantan, konservasi Owa Jawa, Bunga Krisan (Seruni), dan Elang Kamojang di Jawa Barat.
Tak hanya itu, perusahaan juga menjaga kelestarian Rusa Timor di wilayah Cilacap dan Tuban, serta melestarikan Burung Maleo, Nuri, Kakatua, dan Monyet Hitam di Sulawesi, hingga Burung Mambruk Ubiaat di Papua.
Baca Juga: PERURI Mantapkan Peran dalam Kedaulatan Data di Bali Blockchain Summit 2025
“Pertamina telah menetapkan pedoman pengelolaan kerja untuk memastikan pengelolaan keanekaragaman hayati yang bertanggung jawab, selaras dengan persyaratan peraturan, dan mendukung keberlanjutan lingkungan jangka panjang di seluruh wilayah operasional,” tambahnya.
Di hadapan peserta COP30, Wenny menjelaskan bahwa Pertamina yang memiliki wilayah operasional di area hutan tidak hanya tunduk pada ketentuan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), namun juga terlibat dalam inisiatif bersama Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan dalam pengembangan Hutan Sosial.
Penanaman pohon yang dilakukan untuk memenuhi kewajiban sesuai PPKH oleh Pertamina Group telah mencakup area seluas 1.560 hektar.