rilis-bumn

PLN Dorong Perluasan Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 20 November 2025 | 20:30 WIB
PLN memperkuat ketahanan energi nasional melalui kolaborasi lintas sektor di ajang Electricity Connect 2025, menegaskan komitmen transisi energi bersih dan pemerataan akses listrik. (Dok. PLN)

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui kolaborasi yang lebih luas di berbagai sektor.

Hal ini menjadi fokus utama dalam ajang Electricity Connect 2025: Strengthening Energy Resilience, Powering Sovereignty, yang digelar oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) dengan dukungan Kementerian ESDM dan PLN di Jakarta International Convention Center pada Rabu (19/11).

Melalui forum ini, PLN menegaskan perannya dalam menjaga kelancaran transisi energi sekaligus memastikan pemerataan akses listrik sebagai landasan utama ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia.

Baca Juga: PTPN IV Regional III Mantapkan Budaya K3 untuk Wujudkan Lingkungan Kerja Tanpa Kecelakaan

Momentum tersebut turut memperlihatkan arah kebijakan strategis PLN dalam mendukung kedaulatan energi, termasuk upaya mempercepat penyediaan listrik di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan.

Pada kesempatan ini, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menekankan pentingnya pemerataan akses listrik sebagai dasar penguatan ketahanan energi nasional.

Ia juga menjelaskan bahwa potensi energi yang tersebar di berbagai daerah menjadi modal besar untuk membangun sistem kelistrikan yang lebih merata.

Baca Juga: KAI Bandara Perkuat Layanan Inklusif Lewat Pelatihan Khusus untuk Petugas Srilelawangsa

“Kita memahami bahwa sumber energi Indonesia tersebar hingga ke pulau-pulau terpencil. Itulah kekuatan bangsa, meski sebagian daerah penghasil energi masih belum sepenuhnya menikmati listrik secara optimal."

"Situasi ini adalah peluang perbaikan yang dapat dipercepat melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL),” kata Qodari.

Ia menambahkan bahwa energi memiliki peran besar dalam mendorong ambisi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%, dan pertumbuhan tersebut tidak mungkin tercapai tanpa dukungan sistem kelistrikan yang kuat.

Baca Juga: 4 Tempat Belanja di Guanzhou, Tiongkok, Surga Belanja Bagi yang Suka Membeli Banyak

Qodari juga memaparkan sejumlah program yang saat ini dikawal bersama Kementerian ESDM, mulai dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), pembangunan PLTS terpadu di wilayah 3T seperti Maluku dan Papua, hingga percepatan fasilitas waste-to-energy.

Menurutnya, seluruh inisiatif ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan energi berkeadilan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Halaman:

Tags

Terkini