Di sisi lain, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa transisi energi tidak mungkin diwujudkan hanya oleh satu pihak.
Baca Juga: Kolaborasi NeutraDC dan AMD Dorong Penguatan Infrastruktur AI di Asia Tenggara
Ia menegaskan pentingnya kerja sama lintas pemangku kepentingan untuk memastikan energi terbarukan dapat dimanfaatkan secara efektif dan berkelanjutan.
“Kami menyediakan energi yang terjangkau untuk menciptakan keberlanjutan jangka panjang, menghapus kemiskinan, menghilangkan kelaparan, memastikan kesejahteraan masyarakat, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi."
"Namun, pada saat yang sama kami mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Darmawan menjelaskan bahwa transisi energi bukan hanya soal pembangunan pembangkit masa depan, tetapi juga strategi mengalihkan energi berbasis impor menjadi sumber domestik.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sejalan dengan Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Dengan adanya energi yang terjangkau dan rendah emisi, kami berupaya untuk menjaga lingkungan. Dengan RUPTL paling hijau ini, komitmen terhadap penurunan emisi gas rumah kaca sangat kuat,” ujar Darmawan.
Baca Juga: Kenapa Banyak Orang Alergi Susu? Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Electricity Connect 2025, Arsyadany G. Akmalaputri, menjelaskan bahwa acara tahun ini memusatkan perhatian pada empat tema workshop yang dirancang untuk memperkuat kesiapan Indonesia dalam percepatan energi bersih.
“Ada empat tema workshop, yaitu power purchase agreement, energy management system, renewable energy certificate, dan juga energy access atau listrik desa."
"Workshop ini kami desain agar juga menyediakan kapasitas teknis yang aplikatif untuk memperkuat kesiapan nasional dalam percepatan energi bersih,” ujarnya.
Baca Juga: Pertamina EP Tanjung Field Perkuat Sinergi untuk Keamanan Jalur Pipa Migas di Penajam
Electricity Connect 2025 menghadirkan lebih dari 120 exhibitor dan lebih dari 50 pembicara dari berbagai sektor energi, pemerintah, hingga industri.