rilis-bumn

PLN Perluas Kemitraan Internasional untuk Memimpin Pasar Karbon Berintegritas di COP30

Jumat, 21 November 2025 | 18:00 WIB
PLN menjalin kerja sama dengan Norwegia dan Jepang di COP30 untuk memperkuat pasar karbon global dan mempercepat transisi energi bersih. (Dok. PLN)

Aset baru tersebut diperkirakan mampu menyuplai lebih dari 1.000 terawatt-jam listrik hijau selama sepuluh tahun mendatang, yang sekaligus membuka peluang besar bagi perluasan energi bersih di Indonesia.

Baca Juga: Tips Liburan Akhir Tahun ke Luar Negeri untuk Pemula: Anti Ribet, Anti Overbudget

“Indonesia memiliki peluang besar memimpin transisi energi bersih yang mendorong transformasi ekonomi hijau melalui pemanfaatan energi di Indonesia."

"Dan kami ingin menjadi pemimpin bukan hanya di tingkat regional, tetapi juga pemimpin global dengan menyediakan pasokan energi hijau yang melimpah serta berbagai fasilitas pendukung target keberlanjutan yang dibutuhkan pelanggan di masa depan,” lanjut Evy.

Untuk mendukung kebutuhan dekarbonisasi perusahaan, PLN menghadirkan dua produk utama berbasis green attributes.

Baca Juga: Gelar Operasi Bibir Sumbing, ASDP Kembalikan Senyum Indah dan Harapan 100 Anak Indonesia

Yang pertama adalah Unit Karbon, solusi bagi perusahaan untuk mengimbangi emisi gas rumah kaca melalui proyek yang menurunkan atau menyerap emisi lewat skema sertifikasi nasional maupun internasional.

Produk kedua yaitu green energy as a service, yang mencakup Renewable Energy Certificate (REC) dan Dedicated Green Energy Sources guna menyediakan akses langsung ke listrik bersih dari infrastruktur PLN.

Kedua produk ini memungkinkan pelaku usaha menyiapkan strategi jangka pendek maupun panjang menuju NZE.

Baca Juga: Mencari Ketenangan di Telaga Ngebel, Permata Tersembunyi di Ponorogo yang Cocok untuk Healing

“Produk utama kami dalam pengelolaan atribut hijau adalah Unit Karbon dan Renewable Energy Certificate."

"REC membantu pelaku usaha memiliki pengakuan resmi dan transparan bahwa listrik yang digunakan berasal dari energi baru terbarukan."

"Instrumen ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas kepatuhan, tetapi juga membuka peluang percepatan dekarbonisasi di berbagai sektor industri,” jelas Evy.

Baca Juga: KAI Kembali Terima Lokomotif Baru Tipe CC 205 dari Amerika Serikat untuk Perkuat Layanan Angkutan Barang

Di samping itu, PLN juga memperkenalkan peluang forward offtake bagi tiga proyek bersertifikasi Gold Standard dengan total potensi penurunan emisi sekitar 1,5 juta ton CO2e.

Halaman:

Tags

Terkini