Upaya lainnya, adalah pengembangan energi terbarukan yakni Geothermal yang dikembangkan untuk pembangkit listrik.
Saat ini, telah berkembang teknologi CO2, karbonnya diinjeksi ke bumi dengan menjaga suhu 150°-300° Celcius, sehingga produksi uapnya akan bertahan.
Selain itu, Universitas Pertamina juga mendukung perusahaan untuk melakukan capacity building dan menghasilkan SDM yang punya keahlian di bidang energi melalui kerja sama dalam beberapa aspek.
“Ada student exchange dengan Universitas Tokyo dan Kyushu University.
"Itu explisit mereka sampaikan, hanya memang kita perlu waktu untuk melakukan set-up itu, mudah-mudahan secepat mungkin.
"Ini adalah langkah pertama dalam konteks R&D,” imbuhnya.
Baca Juga: Program Subsidi Tepat Solar Subsidi, Pertamina Berlakukan QR Code di 234 Kota di Indonesia
Sementara itu Prof. Tsuji Takeshi menekankan kerja sama pada bidang spesifik carbon neutral untuk pengurangan emisi.
"Tsuji lab dari University of Tokyo bidang resources engineering siap bertukar dan bertransfer teknologi serta saling belajar dengan Universitas Pertamina.
"Kami mendorong agar terjadi pertukaran mahasiswa dan dosen, termasuk saya sendiri siap mengajar di Universitas Pertamina.
"Kami berharap kerja sama yang konkrit dapat segera terealisasi guna mendukung sustainable energy," ujar Prof. Tsuji.
Hal tersebut diamini Prof. Dr. Yasuhiro Yamada, Head of Department of Earth Resources Engineering dari Kyushu University.
"Profesor-profesor kolega kami di Kyushu University berharap di samping riset bersama, juga dilakukan student and faculty exchange.
"Pertukaran staf dan mahasiswa akan berdampak baik bagi kedua belah pihak.
Baca Juga: Pertamina Mengajak Generasi Muda Wujudkan Sociopreneur dan Sustainability lewat Kompetisi PFmuda