Baca Juga: Buruan Pesan! Tiket Kereta Diskon 30% dari KAI Terbatas sampai 10 Januari 2026
PIS bahkan telah merancang langkah-langkah strategis menuju target emisi nol bersih pada 2050, sejalan dengan komitmen iklim internasional seperti IMO dan Perjanjian Paris.
“Lebih dari separuh kapal PIS sudah beroperasi dengan biofuel. Lima kapal dalam armadanya sudah dilengkapi dual fuel teknologi, yang bisa manfaatkan LPG sebagai bahan bakar alternatif."
"Sementara, 40 kapal dilengkapi dengan perangkat hemat energi yang meningkatkan efisiensi bahan bakar sebesar 3%-20%. Pembatasan daya mesin yang komprehensif dan strategi manajemen pelayaran semakin mengurangi emisi,” ujarnya.
Baca Juga: PLN EPI Pacu Pengembangan LNG Midstream untuk Tekan Biaya Bahan Bakar Pembangkit
Selain dekarbonisasi operasional, PIS juga mulai mengeksplorasi peluang baru pada kargo ramah lingkungan. Setelah mengembangkan layanan transportasi LNG, PIS kini memperluas fokus pada layanan terkait karbon, termasuk transportasi serta penyimpanan penangkapan karbon (CCS/CCUS).
Komitmen menjaga laut Nusantara tidak berhenti pada sisi operasional. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan bertajuk “BerSEAnergi untuk Laut”, PIS turut berkontribusi memulihkan ekosistem pesisir."
"Hingga kini, perusahaan telah menanam 35.000 mangrove, 3.200 lamun, dan 3.100 fragmen terumbu karang di berbagai wilayah Indonesia sebagai langkah nyata memperbaiki kualitas lingkungan laut. ***