Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyalurkan bantuan tanggap darurat untuk korban banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.
Penyaluran bantuan tanggap darurat ini merupakan bagian dari Satgas Nataru Pertamina, yang telah aktif sejak 13 November 2025.
Bantuan disalurkan melalui operasi wilayah kerja PHE yang berada paling dekat dengan titik bencana, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan aparat penanggulangan bencana.
Baca Juga: KAI Perkuat Layanan Nataru 2025/2026, Siap Optimalkan Operasi 612 Kereta Baru INKA
Bantuan prioritas yang diberikan meliputi paket bahan makanan pokok, beras, gula pasir, mie instan, minyak goreng, telur, sarden, makanan bayi, air mineral, teh kotak, biskuit, kecap, dan susu kental manis.
Bantuan lainnya yang disalurkan berupa perlengkapan ibadah (sarung, mukena dan sajadah), pembalut, popok bayi, ambalan, selimut, dan minyak kayu putih.
Seluruh bantuan tersebut saat ini sedang dalam antrian di Bandara Halim Perdanaksuma, Jakarta, untuk diterbangkan ke wilayah bencana dengan pesawat Hercules.
Baca Juga: PLN Sigap Tangani Gangguan Listrik dan Bantu Warga, Wakil Bupati Taput Angkat Jempol
Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y Nasroen menyampaikan, langkah cepat ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Keselamatan dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas kami. Subholding Upstream Pertamina berupaya hadir secepat mungkin untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta membantu percepatan pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Lebih lanjut, Subholding Upstream Pertamina memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi dan tepat sasaran, serta akan menambah dukungan apabila dibutuhkan oleh pemerintah daerah selama masa tanggap darurat berlangsung.
Baca Juga: ITDC Perkuat Rekam Jejak Keberlanjutan Lewat Penghargaan Nasional dan Asia
“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan aparat setempat agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Subholding Upstream Pertamina akan terus berkontribusi dalam meringankan beban para korban,” tambah Hermansyah.***