Agen tersebut mencakup 39 Agen di Aceh, 368 Agen di Sumatera Utara, dan 149 Agen di Sumatera Barat.
Baca Juga: Festival Tahunan di Bulan Desember, Kombinasi Budaya Lama dan Kelap-kelip Lampu yang Indah
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan bahwa kondisi geografis serta cuaca ekstrem menjadi tantangan utama dalam proses distribusi.
Menurutnya, terdapat sejumlah hambatan yang berpengaruh terhadap kelancaran suplai LPG, di antaranya terputusnya jalan nasional dan provinsi di sejumlah titik vital, longsor aktif yang menghalangi mobil tangki dan armada agen, banjir yang menutup jalur lintas timur dan barat, hingga jembatan yang mengalami penurunan struktur sehingga hanya bisa dilalui kendaraan kecil.
Fahrougi menegaskan komitmen Pertamina dalam menjaga keberlangsungan penyaluran energi.
Baca Juga: Perjalanan Liburan Lebih Tenang, Tiket Whoosh Nataru Sudah Tersedia
“Pertamina melakukan koordinasi intensif dengan Pemda, BPBD, dan instansi terkait untuk percepatan pembukaan akses.
"Pemantauan kami lakukan 24 jam melalui Satgas demi memastikan titik-titik kritis tetap terlayani,” tegasnya.
Pertamina juga terus mempercepat mobilisasi armada, melakukan pengalihan suplai dari terminal yang aman, serta memperkuat dukungan logistik lapangan agar kebutuhan LPG masyarakat dapat terpenuhi sepanjang masa darurat.
Baca Juga: KAI Perkuat Layanan Nataru 2025/2026, Siap Optimalkan Operasi 612 Kereta Baru INKA
Masyarakat yang ingin menyampaikan pertanyaan atau pengaduan terkait pasokan dan distribusi LPG dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 atau melalui kanal resmi media sosial Pertamina.***