rilis-bumn

Forum Strategis PHR 2025 Hadirkan Ragam Inovasi untuk Ketahanan Energi Indonesia

Senin, 1 Desember 2025 | 12:30 WIB
Lewat ajang berbagi pengetahuan ini, PHR terus memperkuat fondasi teknologi dan budaya keselamatan demi ketahanan energi nasional.

Pada diskusi panel, Enhancing Safer Execution, Prudent Project Performance and Innovative dengan narasumber Heru Irianto (VP Production & Project PHR), Muzwir Wiratama (GM Zona 5 PHE ONWJ), Andre Wijanarko (GM Zona Rokan PHR) menyampaikan pendapatnya.

Baca Juga: Dapatnya Kini Sesulit Tiket Konser, Ini Cara Memenangkan War Ticket Event Maraton

“Sehebat apapun sistem, jika tidak dilaksanakan dengan baik oleh orang-orangnya, sistem bisa gagal. Fokus kita adalah membangun kompetensi, bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga pendidikan dan pengalaman agar aspek kehati-hatiannya tercapai,” ujar Wira.

Senada, Andre menambahkan pentingnya tanggung jawab kolektif bahwa semua lini harus memiliki tanggung jawab yang sama, termasuk mitra kerja. sistem tidak bisa berjalan sendiri tanpa kesadaran dari setiap individu.

Pertamina Group kini menjadi pionir penerapan teknologi Multistage Fracturing (MSF) di Indonesia melalui PHR, yang telah diaplikasikan pada sumur KB525 dan KB570.

Baca Juga: AirNav Indonesia Kawal Kelancaran Penerbangan di Sumatra Pasca Banjir

Keberhasilan eksplorasi di Gulamo dan Kelok juga menandai langkah maju dalam pengembangan sumur migas non-konvensional.

Selain itu, implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Minas yang ditargetkan onstream pada akhir 2025.

Seluruh inisiatif ini merupakan terobosan strategis untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menekan laju penurunan produksi di lapangan tua.

Baca Juga: BNI Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Padang

Pertamina mendorong penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) dalam proyek konstruksi, termasuk penggunaan material ramah lingkungan dan sistem keselamatan kerja berbasis standar internasional.

Forum HSSE juga digelar untuk memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini operasional dan mitra kerja.

Pertamina mengembangkan sistem Integrated Project Activities & Surveillance System (IPASS) untuk memantau proyek secara real time, memastikan pelaksanaan sesuai prinsip OTOBOSOR (on time, on budget, on specification, on return).

Baca Juga: ASDP Resmi Operasikan Layanan Express II di Merak–Bakauheni, Perkuat Kesiapan Angkutan Nataru 2026

Sistem ini meningkatkan transparansi dan pengambilan keputusan berbasis data, mendukung efisiensi dan mitigasi risiko proyek.

Halaman:

Tags

Terkini