rilis-bumn

Menteri ESDM Tinjau Langsung Perbaikan Kelistrikan Aceh oleh PLN, Pastikan Percepatan Pemulihan

Rabu, 3 Desember 2025 | 16:00 WIB
Para personel PLN gotong royong mengebut pembangunan emergency tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di sekitar lokasi tower transmisi 150 kilovolt (kV) Bireuen - Arun yang roboh akibat bencana (Dok. PLN)

Ia menekankan perlunya kerja sama lintas instansi serta semangat gotong royong agar layanan listrik bagi masyarakat yang terdampak dapat dipulihkan dengan cepat.

“Saya apresiasi atas kerja keras dari PLN. Mereka kerja sudah sangat luar biasa. Sekarang waktunya kita kerja untuk Ibu Pertiwi."

Baca Juga: Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Indonesia dan Ikon Budaya Jawa

"Jangan kenal lelah. Saya tahu medannya tidak gampang, dari helikopter tadi saya lihat sendiri betapa beratnya. Tetapi ini panggilan untuk mengabdi kepada negara dan mengurus rakyat,” kata Bahlil.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo memastikan pihaknya mengikuti arahan Pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Aceh.

Ia menjelaskan bahwa seluruh sumber daya tengah dimaksimalkan agar kebutuhan listrik masyarakat segera terpenuhi.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Keamanan Energi, Apel Kesiapsiagaan Digelar Serentak di Delapan Titik Strategis

“Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang kami miliki dan all out untuk mempercepat penormalan sistem kelistrikan pascabencana Aceh sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto."

"Dengan dukungan pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat, kami optimistis pemulihan kelistrikan Aceh dapat segera dituntaskan dan masyarakat bisa kembali menikmati layanan listrik dengan aman dan andal,” tegasnya.

Selain meninjau pembangunan tower darurat di wilayah Bireuen, Bahlil turut mendatangi sejumlah titik terdampak serta Posko Siaga Bencana di Desa Blang Panjo.

Baca Juga: Jelang Nataru, KAI Intensifkan Inspeksi Jalur untuk Perkuat Keandalan Prasarana

Pada kesempatan tersebut, ia menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 700 kilogram (kg) beras, 700 kg gula, dan 1.400 liter minyak goreng bagi masyarakat yang terdampak. ***

Halaman:

Tags

Terkini