rilis-bumn

Pertamina Tempuh Jalur Laut untuk Evakuasi, Distribusi Logistik dan Membuka Komunikasi di Titik Terisolasi Banjir Sumatera

Kamis, 4 Desember 2025 | 06:45 WIB
PGN kerahkan tim lewat jalur laut untuk salurkan bantuan, evakuasi, dan perbaiki akses komunikasi di area terdampak banjir Sumatera. (Dok. PGN)

Kabar BUMN - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina memperkuat respons darurat terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan terputusnya akses darat, gangguan jaringan telekomunikasi, serta meningkatnya kebutuhan evakuasi warga di daerah-daerah terisolasi.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, PGN mengerahkan tim melalui jalur laut guna mempercepat penyaluran bantuan, memfasilitasi proses evakuasi, serta memperbaiki akses komunikasi di titik terdampak.

Baca Juga: Akhir Tahun Hanya Ingin Staycation di Hotel, Ini Panduan Memilih Hotel yang Ramah Anak-anak

Proses evakuasi dimulai sejak Senin (1/12) malam.

Jalur laut dipilih karena sebagian besar akses darat masih tidak dapat dilalui kendaraan dan permukaan air sungai masih tinggi dengan arus yang kuat.

Mobilisasi tim dilakukan setelah koordinasi intensif dengan instansi terkait, termasuk aparat pelabuhan serta relawan lokal, demi memastikan keselamatan dan efektivitas operasi di lapangan.

Baca Juga: Magang SDM 2026 di Pelindo: Peluang Belajar untuk Kamu yang Siap Berkembang

Pada hari berikutnya, personel tambahan diberangkatkan menggunakan kapal nelayan dari Belawan dengan membawa logistik bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar korban bencana.

Tim ditargetkan tiba di Langsa pada malam hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pangkalan Susu pada Selasa (2/12) pagi.

Setibanya di lokasi, tim segera melakukan penyisiran ke sejumlah area banjir yang masih terisolasi bersama nelayan setempat.

Baca Juga: Serunya Akhir Tahun di Batu! Taman Rekreasi Selecta Hadir dengan Pesona Baru

Dengan air laut yang sempat surut, kapal boat milik Pertamina EP Pangkalan Susu dimobilisasi untuk membantu evakuasi menuju daratan.

Kolaborasi tersebut membuat proses penyelamatan berjalan cepat dan terarah, hingga berhasil mengevakuasi 35 orang yang terdiri dari pekerja dan warga sekitar.

Halaman:

Tags

Terkini