Ia menyampaikan bahwa manfaat optimal hanya dapat dirasakan apabila pemeliharaan dilakukan secara berkelanjutan, terutama dengan dukungan penanaman pohon di sekitar lokasi.
Baca Juga: PELNI Gratiskan Pengiriman Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera Utara
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, yang turut hadir dalam peresmian, memberikan apresiasi atas langkah konkret melalui sinergi BUMN ini.
Ia menyebut keberadaan sumur resapan menjadi bukti nyata peningkatan ketahanan pangan di daerah.
Dengan kondisi tanah yang semakin lembap dan subur di sekitar titik sumur resapan, hasil pertanian masyarakat meningkat dan ikut mendorong perekonomian lokal.
“Pembangunan sumur resapan dan penghijauan adalah solusi dari peningkatan kesadaran masyarakat.
"Dampaknya nyata, terutama pada ketahanan air pertanian.
"Lahan pertanian dan tanaman buah di sekitar titik sumur resapan menunjukkan peningkatan produktivitas karena pasokan air tanah kini jauh lebih stabil,” ungkap Setyo.
Baca Juga: Tips Traveling dengan Kakek Nenek Tanpa Membuat Kelelahan dan Masalah Kesehatan
Acara peresmian turut dihadiri oleh Camat Girimarto, perwakilan enam BUMN, CDK Wilayah XI, anggota DPRD, Kapolsek, dan Danramil setempat.
Selain meresmikan 95 unit sumur resapan, kolaborasi BUMN ini juga menyerahkan bantuan 1.350 bibit pohon yang disampaikan secara simbolis kepada kelompok tani (KTA) di beberapa lokasi, yaitu Dusun Sanan, Dusun Semagar, Kelurahan Sidokarto, Dusun Girimarto, Dusun Waleng, dan Desa Selorejo.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon bersama dan peninjauan langsung ke lokasi sumur resapan untuk memastikan kualitas infrastruktur yang dibangun.
PJT I memastikan bahwa program restorasi mata air akan terus berlanjut mengingat dampaknya yang multidimensi, mulai dari pelestarian lingkungan, pencegahan bencana hidrometeorologi, hingga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.***