“Kepercayaan itu ada karena dedikasi kita dalam menjalani pekerjaan, dan ini menjadi sebuah kebanggaan untuk bisa membantu masyarakat,” ucap Reza.
Baca Juga: PT Timah Tbk Perkuat Ketahanan Pesisir Lewat Gerakan Mangrove di Belitung
Ia menjelaskan bahwa rute penyaluran yang biasanya selesai hanya dalam beberapa jam kini membutuhkan waktu jauh lebih panjang.
Perjalanan ini bukan hanya membawa BBM, tetapi juga membawa kembali harapan warga: agar logistik berjalan, mesin evakuasi beroperasi, dan ekonomi sekitar bangkit.
“Kami harus tetap menghantarkan energi yang tak boleh terputus untuk masyarakat,” ungkap Reza.
Baca Juga: BBM Tetap Mengalir, Awak Mobil Tangki Pertamina Bertugas di Tengah Banjir dan Longsor
Sebagai informasi, akses utama Bireuen dari FT Lhokseumawe mengalami kelumpuhan total. Jalur darurat dari FT Krueng Raya akhirnya diaktifkan.
Namun jalur darurat itu pun terganggu karena jembatan utama tertutup lumpur dan material kayu, sehingga satu-satunya akses yang tersisa adalah jalur alternatif dari jalur darurat tersebut.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw menegaskan bahwa Pertamina terus mengupayakan pengiriman BBM sambil memprioritaskan standar keselamatan.
Baca Juga: 4 Destinasi Malam Pasuruan yang Bikin Liburanmu Makin Seru!
"Pertamina selalu memastikan AMT beroperasi dengan menjaga keselamatan, termasuk pembaruan informasi jalur yang aman."
"Keselamatan menjadi yang utama, namun komitmen menjaga suplai energi juga menjadi tanggung jawab Pertamina untuk melayani masyarakat sepenuh hati," jelas Fahrougi.
Pertamina menegaskan bahwa mereka akan tetap berada di garis depan untuk memastikan setiap daerah memperoleh dukungan energi dalam proses pemulihan. ***