"Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi berkat kolaborasi kuat antara PLN, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta dukungan masyarakat, hal ini bisa tercapai dengan segera.
Baca Juga: Fakta dan Sejarah Paspor, Dulu Surat Perjalanan Agar Tidak Menimbulkan Perang
"Kita tahu pemulihan listrik dan energi sangat krusial karena berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat apalagi di masa-masa sulit seperti saat ini,” ujar Menteri Bahlil.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa dukungan moral dari Presiden Prabowo selama kunjungan lapangan memberikan energi tambahan bagi petugas di lapangan untuk bekerja lebih cepat di tengah situasi ekstrem.
“Dukungan dan kehadiran langsung dari Bapak Presiden menjadi penyemangat luar biasa bagi seluruh tim kami di lapangan.
Baca Juga: Pertamina Kerahkan Mesin Pompa Manual, Hadirkan Layanan Darurat untuk Penuhi BBM di Aceh Tamiang
"Setelah berhari-hari bekerja non-stop, para petugas tentu kelelahan menghadapi medan dan cuaca yang ekstrem.
"Namun, rasa lelah tersebut berubah menjadi semangat. Hal yang sebelumnya tak mungkin, menjadi sangat mungkin.
"Alhamdulillah, progres pemulihan kelistrikan Aceh hari ini berhasil meningkat signifikan dari sebelumnya 81 persen menjadi 93 persen,” ujar Darmawan.
Darmawan menjelaskan bahwa PLN masih membutuhkan waktu 24 jam untuk menyelesaikan proses sinkronisasi agar sistem kelistrikan sepenuhnya pulih dan stabil.
"Saat ini, sistem kelistrikan Aceh membutuhkan waktu 24 jam dalam proses sinkronisasi agar pasokan listrik lebih stabil dan kokoh.
"Proses sinkronisasi dilakukan untuk mengeliminasi pemadaman bergilir sehingga sistem kelistrikan Aceh menjadi pulih seperti sedia kala," jabar Darmawan.
Baca Juga: Wisata Sungai Bawak Are, Alternatif Main Air Murah Meriah di Lombok Barat
Menurutnya, pemulihan dilakukan dengan memprioritaskan berbagai fasilitas publik vital seperti rumah sakit, posko pengungsian, perkantoran pemerintah, jaringan telekomunikasi, dan infrastruktur penting lainnya, sebelum akhirnya listrik disalurkan kembali secara bertahap ke rumah warga.