“Contohnya Aceh Tengah dan Bener Meriah, dimana beberapa waktu lalu kami sewa pesawat perintis untuk mengirimkan solar untuk alat-alat berat dan kami juga akan mengirim dengan Hercules yang volumenya lebih besar,” ungkap Simon.
Baca Juga: PT MUM Buka Loker Security Gedung di Jakarta Selatan, Syarat Pendidikan SMA Sederajat
Pertamina juga terus mendukung operasional alat berat untuk membuka akses jalan, evakuasi warga, hingga mempercepat distribusi bantuan logistik.
Selain BBM, Pertamina menyiapkan mekanisme khusus agar LPG tetap dapat dikirim ke wilayah yang terisolasi.
“Kami juga berkoordinasi untuk pengiriman (LPG) di daerah-daerah terdampak.
Baca Juga: KAI Group Perkuat Ketersediaan Parkir Sepeda Gratis di KRL dan LRT Jabodetabek
"Dan yang akan kami lakukan dalam waktu dekat menggunakan sling load untuk pengiriman LPG dengan tetap memperhatikan aspek safety,” tandas Simon.
Pertamina menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas lembaga, termasuk Kementerian ESDM, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, BNPB dan berbagai lembaga lainnya, dalam menjaga kelancaran distribusi energi.
Hingga 7 Desember 2025, Pertamina mencatat 688 SPBU atau 98% di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah kembali beroperasi.
Baca Juga: Fakta dan Sejarah Paspor, Dulu Surat Perjalanan Agar Tidak Menimbulkan Perang
Di sisi lain, Pertamina Grup juga bergerak cepat memberikan bantuan kemanusiaan sejak 28 November 2025, melalui distribusi bertahap di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Hingga 7 Desember 2025, bantuan Pertamina Peduli telah menjangkau 77.794 jiwa, dengan pendistribusian melalui jalur darat, laut dan udara.
Demi mempercepat pemulihan masyarakat terdampak, Pertamina telah mendirikan 161 posko, membuka 111 dapur umum, serta menyalurkan bantuan energi mencakup 275 tabung Bright Gas, 25 KL BBM jenis Dexlite, Pertamax dan Biosolar, serta 19,8 KL Avtur.
Secara total, realisasi bantuan Pertamina Grup yang disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat mencapai Rp5,3 miliar.***