“Pemanfaatan Livin’ by Mandiri, Livin’ Merchant, dan platform Kopra by Mandiri terbukti memperluas pasar, mempermudah transaksi, serta memperkuat literasi keuangan bagi pelaku usaha yang manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Bangga! Housenote 4.0 PERURI Bertema IKN Menjadi yang Terbaik di High Security Printing Asia 2025
Optimalisasi jaringan Mandiri Agen di seluruh wilayah Jawa Barat juga terus memegang peran vital dalam membuka akses layanan finansial bagi masyarakat desa dan pelaku UMKM.
Kehadiran Mandiri Agen serta penguatan kanal digital menjadi bukti bahwa perluasan layanan keuangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Kontribusi Bank Mandiri terhadap ekonomi kerakyatan juga diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Eksotisme Mini Green Canyon Bogor di Curug Cikuluwung: Trek Pendek, View Maksimal
Hingga September 2025, Region VI/Jawa Barat telah menyelenggarakan 37 kegiatan UMKM, menggulirkan inisiatif Mandiri Rumah Ekspor, serta memperluas literasi dan inklusi keuangan ke berbagai wilayah.
Program tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga memperkuat kemampuan pelaku UMKM dalam memahami rantai pasok, mengelola bisnis secara profesional, serta mengakses peluang pasar yang lebih luas.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah, asosiasi usaha, dan komunitas lokal dilakukan untuk memastikan manfaat program menjangkau pelaku ekonomi hingga tingkat paling dasar.
Baca Juga: Konsisten Berprestasi, ATN PTPN IV Regional III Unggul di Kejuaraan Tenis Junior 2025
Dengan penguatan digitalisasi, sinergi pemberdayaan, serta upaya memperluas akses finansial bagi seluruh lapisan masyarakat, bank berkode emiten BMRI itu membuktikan konsistensinya dalam mendorong ekonomi kerakyatan di Jawa Barat sekaligus mengokohkan struktur ekonomi daerah yang terus berkembang.
“Seluruh upaya ini kami harap mampu membuka kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat untuk tumbuh bersama Bank Mandiri melalui penguatan ekosistem usaha, perluasan akses finansial, dan dukungan berkelanjutan terhadap pelaku UMKM maupun komunitas desa,” pungkas Nila.***