Ia membagikan strategi pemasaran digital yang dapat langsung dipraktikkan oleh UMKM, mulai dari pemanfaatan storytelling untuk memperkuat brand, optimasi marketplace, hingga pembangunan identitas merek yang relevan dan konsisten.
Baca Juga: PDC Perluas Dukungan untuk Warga Terdampak Banjir dengan Membuka Dapur Umum di Aceh Tamiang
Menurut pendekatannya, pemasaran yang efektif tidak harus mahal, tetapi membutuhkan konsistensi, narasi yang kuat, dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasar.
Sesi penutup diisi oleh Holongan Simanjuntak, Coordinator of Channel Management PERURI, yang memaparkan inovasi digital PERURI yang bertujuan menjaga keamanan identitas digital masyarakat dan pelaku usaha.
Ia menjelaskan berbagai layanan seperti sertifikat elektronik, tanda tangan digital, hingga sistem autentikasi yang berperan melindungi data bisnis, mengamankan transaksi, serta meningkatkan kredibilitas UMKM di ruang digital.
Baca Juga: Tiket Spesial Natal & Tahun Baru 2026! Liburan di Saloka Theme Park Jadi Lebih Hemat
Penjelasan ini menunjukkan kontribusi PERURI sebagai perusahaan teknologi high security yang mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi digital Indonesia.
Kegiatan PRISMA dirancang sebagai pelatihan interaktif satu hari yang menggabungkan diskusi, pembahasan studi kasus, dan penyampaian materi aplikatif.
Pendekatan ini memungkinkan peserta memahami konsep digital sekaligus mampu mengidentifikasi ancaman siber, mengelola keamanan data, mengembangkan bisnis online, dan memperluas pemasaran dengan strategi yang aman serta berkelanjutan.
Baca Juga: PLN Sampaikan Permohonan Maaf, Tegaskan Komitmen Pemulihan Listrik Aceh Pascabencana
Hingga 2025, PRISMA telah berhasil menggandeng lebih dari 100 UMKM di wilayah Jabodetabek.
Dalam tiga tahun terakhir, PERURI secara konsisten menjalankan program literasi dan edukasi digital sebagai bentuk komitmen untuk membangun masyarakat yang lebih siap, terlindungi, dan berdaya menghadapi perkembangan dunia digital. ***