rilis-bumn

ASDP Perketat Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem demi Mengamankan Layanan Nataru 2026 Judul Baru:

Kamis, 11 Desember 2025 | 11:20 WIB
ASDP perketat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem untuk menjamin keamanan layanan penyeberangan Nataru 2026, lengkap dengan koordinasi, fasilitas, dan pengaturan arus kendaraan. (Dok. ASDP)

Kabar BUMN - Memasuki periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) semakin memfokuskan perhatian pada aspek keselamatan, terutama karena potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung selama puncak musim hujan.

Langkah antisipatif disiapkan agar seluruh layanan penyeberangan tetap aman dan terkendali, dengan perhatian utama pada rute Merak–Bakauheni yang menjadi jalur krusial.

BMKG memprediksi bahwa puncak musim hujan di wilayah barat Indonesia terjadi lebih awal, yaitu pada November hingga Desember 2025, sebelum kemudian bergeser ke wilayah selatan dan timur pada Januari–Februari 2026.

Baca Juga: Salju Turun di Ancol, Penguin Kingdom Hadirkan Cerita dari Kutub

Di sekitar Pelabuhan Merak, arus permukaan sejak awal November menunjukkan peningkatan antara 32–103 sentimeter per detik, kondisi yang menuntut kewaspadaan ekstra dalam pengelolaan operasi penyeberangan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menekankan bahwa dinamika cuaca tidak boleh mengurangi standar keselamatan yang telah ditetapkan.

Ia menegaskan bahwa setiap langkah operasional harus selalu mengutamakan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap pengguna layanan.

Baca Juga: Gencarkan Mitigasi Risiko, ITDC Adakan Simulasi Kebakaran Tahunan untuk Perkuat Respons Cepat di The Mandalika

“Cuaca ekstrem tidak bisa kita kendalikan, tetapi kesiapsiagaan bisa dan harus kita siapkan. Keselamatan adalah prioritas utama, dan itu menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan operasional ASDP,” ujar Heru.

Sebagai bagian dari mitigasi risiko, ASDP memperkuat kesiapan di empat cabang utama: Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.

Upaya ini mencakup penyediaan tugboat pendukung, peningkatan kesiapan armada dan fasilitas pelabuhan, serta optimalisasi sistem komunikasi dan informasi.

Baca Juga: 5 Cara Menghindari Bau Badan, Terutama Saat Traveling di Luar Ruang di Daerah Panas

Koordinasi intensif dengan BMKG juga dilakukan untuk pemantauan cuaca secara berkala, sementara kolaborasi dengan regulator seperti Syahbandar dan BPTD diprioritaskan terutama terkait keputusan buka–tutup pelabuhan.

Heru kembali menegaskan pentingnya respons cepat dalam situasi ini.

Halaman:

Tags

Terkini