Materi selanjutnya disampaikan oleh Pinto Budi Bowo Laksono yang memaparkan proses bisnis Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, strategi pencapaian target 2025, serta program CSR unggulan Regional Jawa.
Baca Juga: Agenda Akhir Tahun Candi Prambanan 2025, Wisata Sejarah yang Semakin Meriah
Sesi terakhir dibawakan oleh Rahmat Agung Priambodo, Senior GGR Area 1 PHE OSES, yang mengulas peran geofisika dalam operasional migas serta tantangan teknis di lapangan.
Selama pemaparan, suasana berlangsung hidup. Mahasiswa aktif mencatat, berdiskusi, dan memberikan tanggapan. Ruangan dipenuhi semangat belajar yang kuat, mencerminkan tingginya minat mahasiswa ITERA terhadap sektor energi dan peluang karier di dalamnya.
Kurnia Ariwijayanti menyampaikan harapannya kepada mahasiswa. “Senang rasanya berkesempatan mengenalkan industri hulu migas kepada mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, sehingga dapat berkontribusi dalam kemajuan negara,” ujarnya.
Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat Akselerasi Pembiayaan Digital Lewat Fitur KAD di Kopra
Sementara itu, Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa, Pinto Budi Bowo Laksono, menegaskan komitmen PHE OSES dalam mendukung edukasi sektor energi.
“Melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi ini, kami ingin memastikan bahwa mahasiswa ITERA dapat memahami proses, manfaat, dan peran dari setiap aktivitas hulu migas yang dijalankan perusahaan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, PHE OSES berharap terjalin kolaborasi berkelanjutan antara industri migas dan dunia pendidikan, serta mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi ketahanan energi nasional.***