Kabar BUMN - Suasana hangat terasa sejak pagi ketika para pemerhati budaya, pemerintah daerah, akademisi, dan para penjaga tradisi Ngarot berkumpul dengan satu semangat yang sama: memastikan budaya Lelea tetap hadir untuk generasi masa depan.
Mereka bersama mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Bedah Buku Budaya Lelea di Indramayu pada 2 Desember 2025, sebuah ruang dialog yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan demi keberlanjutan tradisi lokal.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Tradisi Adat Pelestari Kearifan Lelea (TAPAK LELEA), sebuah inisiatif dari PT Pertamina EP Zona 7 Jatibarang Field yang bertujuan merawat dan menjaga warisan budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga: Catat Sekarang! Inilah Jadwal Libur Idul Fitri 2026 yang Perlu Kamu Tahu
FGD tersebut menghadirkan 30 peserta yang mewakili berbagai unsur penting, mulai dari budayawan Indramayu, Pengurus Desa Adat Lelea, Lembaga Adat Indramayu, Tim Ahli Cagar Budaya, guru sejarah, Nang Nok Indramayu, hingga insan media.
Dengan latar belakang yang beragam, diskusi berlangsung dinamis, memberikan gambaran luas tentang perjalanan panjang adat Ngarot—tradisi yang bukan sekadar upacara adat, tetapi juga simbol jati diri masyarakat Lelea.
Dalam sambutan pembukaannya, Head of Communication, Relations & CID-CSR Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, mengajak seluruh peserta melihat buku ini sebagai wadah untuk menjaga memori kolektif masyarakat.
Baca Juga: Magang Hubungan Pelanggan 2026: Kesempatan Berharga untuk Mahasiswa Semester Akhir
“Buku Budaya Lelea adalah usaha kita bersama untuk menjaga cerita agar tidak hilang ditelan waktu. Pertamina EP ingin memastikan bahwa generasi muda dapat membaca kembali jejak kearifan lokal dan bangga pada warisan budaya yang mereka miliki,” ungkap Wazirul.
Buku yang tengah disusun ini menjadi upaya pendokumentasian komprehensif mengenai sejarah, tahapan ritual adat, bahasa, hingga nilai sosial masyarakat Lelea yang dikenal sebagai pusat tradisi Ngarot.
FGD berperan penting untuk memastikan keseluruhan konten, baik informasi maupun visual, disajikan secara akurat, lengkap, dan penuh penghargaan terhadap sumber budaya.
Baca Juga: Promo Hemat Twindate 12.12 dari DAMRI! Diskon Akhir Tahun 20% Hanya Hari Ini!
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Caridin, menggarisbawahi peran buku tersebut sebagai referensi pembelajaran.
“Ngarot adalah identitas. Dokumentasi yang baik akan menjadi sumber belajar yang relevan dan membanggakan,” ujarnya.