rilis-bumn

Menghidupkan Kembali Kearifan Lelea melalui TAPAK LELEA

Jumat, 12 Desember 2025 | 10:30 WIB
FGD TAPAK LELEA membahas penyusunan Buku Budaya Lelea sebagai upaya bersama masyarakat, budayawan, dan Pertamina EP untuk melestarikan adat Ngarot agar tetap hidup bagi generasi mendatang. (Dok. Pertamina)

Dari sisi pariwisata, Imam Mahdi dari Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga menekankan bahwa pendokumentasian budaya yang kuat dapat memperkaya narasi wisata.

Baca Juga: Siklon Tropis, Fenomena Cuaca Ekstrem bulan Desember di Indonesia yang Perlu Diwaspadai

“Dokumentasi budaya yang kuat seperti ini dapat memperkaya narasi wisata budaya Indramayu. Ia menjadi panduan bagi siapa pun yang ingin memahami Ngarot secara lebih mendalam,” jelasnya.

Pada sesi diskusi, peserta memberikan masukan mulai dari peninjauan ulang sejarah dan ritus adat, struktur bahasa Sunda Lea, hingga pemilihan foto dan ilustrasi yang dianggap paling merepresentasikan identitas budaya Lelea.

Para tokoh adat menekankan pentingnya menjaga kemurnian ritual, sedangkan akademisi dan guru sejarah memberi pandangan agar informasi mudah dipahami pembaca muda.

Baca Juga: Livin’ Fest 2025 Surabaya Jadi Puncak Perayaan, Bank Mandiri Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Sementara itu, fotografer dan seniman lokal menyoroti pentingnya visual yang kuat agar buku tampil lebih hidup dan estetis.

Di akhir kegiatan, para peserta menyepakati sejumlah rekomendasi untuk penyempurnaan isi buku.

Ada harapan agar peluncuran buku dapat dipadukan dengan perayaan Budaya Ngarot atau Pekan Budaya Lelea yang biasanya digelar pada akhir Desember sehingga masyarakat bisa merayakan tradisi sambil menyambut hadirnya dokumentasi penting ini.

Baca Juga: PLN Pacu Pemulihan Jalur Listrik Langsa–Pangkalan Brandan Demi Percepat Penormalan Sistem Aceh

Namun demikian, seluruh pihak tetap menempatkan ketelitian, kualitas, dan akurasi sebagai prioritas sebelum buku dirilis.

FGD ini menjadi langkah penting dalam penyusunan Buku Budaya Lelea, sebuah upaya kolaboratif antara masyarakat, pemerintah daerah, para budayawan, dan Pertamina EP.

Tujuannya jelas: menjaga agar adat Ngarot terus hidup, berkembang, serta memberi inspirasi bagi generasi mendatang. ***

Halaman:

Tags

Terkini