Kabar BUMN - Aroma seduhan kopi yang wangi memenuhi setiap sudut ruangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Daksa Provinsi Riau.
Harum kopi menyeruak tajam, memanjakan indra penciuman para peserta saat Pelatihan Barista yang diikuti kelompok disabilitas digelar belum lama ini.
Aroma kopi itu seolah menghipnotis para pencintanya, menimbulkan rasa penasaran terhadap cita rasa di balik wangi yang menyebar.
Baca Juga: TASPEN Tegaskan Komitmen Antikorupsi Lewat Sosialisasi Integritas di HAKORDIA 2025
Sumber keharuman tersebut berasal dari tangan terampil Fidia Nurain, salah satu peserta Program Pemberdayaan Komunitas Penyandang Disabilitas Pertamina (Pemko Pesmina) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan.
Kini, Fidia tampil piawai meracik kopi.
Setiap gerakannya tenang dan presisi, menampilkan keterampilan yang terasah.
Baca Juga: Mengapa Menabung Emas Sangat Penting untuk Investasi Jangka Panjang
Kopi yang ia sajikan terasa hangat dan penuh sentuhan personal, menghasilkan sebuah “mahakarya kecil” yang siap dinikmati.
Dari secangkir kopi, tersirat pesan kuat: keterbatasan bukanlah penghalang untuk melahirkan karya berkualitas tinggi.
Keterampilan tersebut ia dapatkan setelah mengikuti Pelatihan Barista yang digelar PHR bersama Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).
Baca Juga: Dukungan Kemanusiaan Mengalir, ERG PT TIMAH Tbk Aktif Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatra
Pelatihan ini menjadi salah satu rangkaian Program Pemko Pesmina PHR pilar ekonomi yang bertujuan menciptakan ekosistem kelompok penyandang disabilitas yang mandiri dan inklusif.
Fidia merupakan penyandang disabilitas daksa yang memiliki semangat kuat untuk terus maju dan mandiri secara ekonomi.