Jika digabungkan dengan 32 kontainer yang akan diberangkatkan selanjutnya, total nilai pembebasan biaya angkut mencapai Rp 1,4 miliar.
“Kami memastikan proses logistik berjalan lancar dan aman hingga tiba di tujuan.
"Selanjutnya barang bantuan akan diterima oleh instansi yang mengirimkan dari Jakarta, sementara untuk barang bantuan akan kami salurkan melalui BPBD Sumatera Utara,” ujar Kokok.
Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI menegaskan komitmennya tidak hanya menyediakan layanan transportasi laut, tetapi juga menjadi mitra andal dalam operasi kemanusiaan, memanfaatkan jaringan logistik terintegrasi dan armada kapal yang menjangkau berbagai pulau.
Baca Juga: Aroma Wangi Kopi Fidia, Wujud Komitmen PHR Berdayakan Disabilitas yang Inklusif dan Berdaya
KM Kelud, kapal penumpang yang digunakan dalam pengiriman kali ini, merupakan armada reguler PELNI yang melayani rute Tanjung Priok – Batam – Tanjung Balai Karimun – Medan (PP).
Sebelumnya, PELNI juga telah menyalurkan berbagai bantuan logistik ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat melalui BPBD Sumatera Utara dan Posko Darurat Banjir dan Longsor Kota Padang.
Bantuan tersebut meliputi sembako, makanan siap saji, selimut, perlengkapan mandi, obat-obatan, serta kebutuhan khusus perempuan dan anak.***