rilis-bumn

Jelang Nataru 2025/2026, PLN Amankan Kelistrikan dan SPKLU Bagi Pemudik dengan Kendaraan Listrik

Kamis, 18 Desember 2025 | 06:30 WIB
Ilustrasi petugas PLN saat sedang melakukan pemantauan kelistrikan secara realtime. (Dok. PLN)

Kabar BUMN - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Posko Nasional Sektor ESDM Periode Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) pada Senin (15/12).

Posko tersebut berlokasi di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan menjadi pusat koordinasi nasional dalam memastikan keandalan energi selama periode libur akhir tahun.

Sejalan dengan pembukaan posko ini, PT PLN (Persero) menyatakan kesiapan penuh dalam menjaga pasokan listrik sekaligus mendukung mobilitas masyarakat melalui penguatan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.

Baca Juga: Liburan Akhir Tahun di Purbalingga? Aquarium Kansae Siap Jadi Spot Favorit Keluarga

Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025/2026, Erika Retnowati, menjelaskan bahwa posko ini berfungsi sebagai wadah koordinasi lintas sektor untuk menjamin ketersediaan dan keandalan pasokan energi nasional.

Upaya ini ditujukan untuk mendukung kelancaran perayaan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di seluruh Indonesia.

“Posko Nasional ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelayanan energi tetap berjalan optimal selama periode Natal dan Tahun Baru dimulai dari 15 Desember 2025 hingga tanggal 5 Januari 2026,” ujar Erika.

Baca Juga: BRI Lakukan Corporate Rebranding Secara Menyeluruh Sebagai Pilar Transformasi

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menekankan bahwa kecukupan pasokan energi harus dibarengi dengan distribusi yang merata serta kualitas layanan yang optimal, terutama di wilayah dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.

“Pasokan energi harus benar-benar dapat diakses masyarakat, tidak hanya cukup secara angka, tetapi juga hadir di lapangan, termasuk di wilayah dengan mobilitas tinggi,” ujar Ahmad.

Dari sisi ketenagalistrikan, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, memastikan bahwa pasokan listrik selama periode Nataru berada dalam kondisi aman.

Baca Juga: Modus Penipuan yang Sering Dialami Turis Asing di Jepang, Marak Terjadi di Masa Nataru

Beban puncak diperkirakan mencapai sekitar 46,8 Gigawatt (GW), sementara daya mampu pasok mencapai 53,9 GW.

Dengan demikian, terdapat cadangan daya sebesar 7,1 GW atau sekitar 15,2 persen.

Halaman:

Tags

Terkini